Aaron Rodgers Putuskan Pensiun? Istri Jadi Penentu Langkah Terakhir Sang Bintang NFL
Baca dalam 60 detik
- Aaron Rodgers mengaku hanya akan menjalani satu musim lagi bersama Pittsburgh Steelers setelah mendapat restu dari istrinya, Brittani.
- Meski Rodgers yakin ini musim terakhirnya, rekan setim DK Metcalf menilai keputusan itu bisa berubah jika performa tetap prima.
- Pernikahan dengan Brittani disebut Rodgers memberi stabilitas emosional yang membuatnya tampil lebih percaya diri di lapangan.

Quarterback Pittsburgh Steelers, Aaron Rodgers, menegaskan bahwa musim 2025-2026 akan menjadi yang terakhir dalam karier NFL-nya—keputusan yang ia ambil setelah berdiskusi dengan istrinya, Brittani. Pada usia 42 tahun, Rodgers mengaku tidak ada keraguan sedikit pun bahwa ini adalah musim pamungkasnya, berbeda dengan musim-musim sebelumnya yang kerap diwarnai spekulasi.
Rodgers mengungkapkan bahwa ia meminta izin kepada Brittani sebelum berkomitmen untuk kembali bermain. “Saya bicara dengan istri dan dia bilang, ‘Kamu bisa jalani satu tahun lagi,’” ujarnya kepada wartawan. “Saya jawab, ‘Kita lihat saja apakah berhasil.’ Lalu semuanya berlangsung mulus.” Meski demikian, Rodgers bersikeras bahwa ini benar-benar akhir. “Zero debate,” tegasnya saat ditanya apakah mungkin ada musim tambahan.
Namun, rekan setimnya, wide receiver DK Metcalf, justru ragu. Menurut Metcalf, pernyataan pensiun di awal musim kerap berubah seiring perjalanan kompetisi. “Orang sering bicara di awal tahun tanpa tahu bagaimana musim akan berjalan. Dia mungkin tidak terkena tekel sekali pun tahun ini dan berkata, ‘Hei, mari kita jalani satu lagi,’” ujar Metcalf yang bertunangan dengan penyanyi Normani. “Ini justru membuatnya bermain lebih bebas, menikmati mungkin tahun terakhir bersama teman-teman dekatnya.”
Di luar lapangan, kehidupan pribadi Rodgers mengalami perubahan besar setelah menikah. Ia mengaku bahwa Brittani memberinya rasa percaya diri dan stabilitas yang tak tergantikan. “Saat bertemu orang yang tepat, seluruh duniamu berubah dalam sekejap. Memiliki pasangan yang mencintaimu tanpa syarat di belakang layar—tidak ada perasaan yang lebih baik di dunia ini,” tuturnya kepada NFL Network. Rodgers menambahkan, “Ketika ada stabilitas dan batu karang di rumah, kamu merasa bisa melakukan apa pun.”
Bagi penggemar NFL di Indonesia, kisah Rodgers menjadi pengingat bahwa tekanan di puncak karier sering kali membutuhkan dukungan personal yang kuat. Meski olahraga American football belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, keteladanan atlet seperti Rodgers dalam menyeimbangkan ambisi profesional dan kehidupan rumah tangga bisa menjadi inspirasi lintas olahraga. Di era di mana atlet Indonesia mulai lebih terbuka tentang kesehatan mental, keputusan Rodgers untuk mendengarkan pasangan sebelum mengambil langkah besar mencerminkan kematangan emosional yang patut dicontoh.
Ke depan, pertanyaan terbesar bukanlah apakah Rodgers benar-benar pensiun, melainkan bagaimana warisannya akan dikenang. Apakah ia akan meninggalkan lapangan dengan catatan gemilang bersama Steelers, atau justru kembali lagi seperti yang diperkirakan Metcalf? Satu hal yang pasti, peran Brittani sebagai penasihat utama Rodgers akan terus menjadi sorotan hingga keputusan final benar-benar diumumkan.



