Oman Sudah Tiba, Pengamat Nilai Skuad Garuda Lebih Mewah Meski Peringkat FIFA Tertinggal
Baca dalam 60 detik
- Timnas Oman tiba di Jakarta pada 30 Mei 2026 untuk laga FIFA Matchday melawan Indonesia pada 5 Juni.
- Pengamat Ronny Pangemanan menilai skuad Indonesia lebih mewah berkat pemain-pemain yang berkarier di Eropa, meski peringkat FIFA Indonesia (122) jauh di bawah Oman (79).
- Kemenangan di laga ini berpotensi mendongkrak peringkat FIFA Indonesia ke kisaran 118-116.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7268270/original/074430500_1780053866-ChatGPT_Image_May_29__2026__06_22_51_PM.jpg)
Tim nasional Oman telah mendarat di Jakarta pada Sabtu, 30 Mei 2026, membawa skuad lengkap di bawah pelatih asal Maroko, Tarik Sektioui. Kedatangan lebih awal ini menandakan keseriusan mereka menghadapi Indonesia dalam laga FIFA Matchday yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 5 Juni. Empat hari kemudian, Garuda juga akan menjamu Mozambik.
Meski secara peringkat FIFA Indonesia berada di bawah—posisi 122 berbanding 79 milik Oman—pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan menilai angka itu tidak mencerminkan kualitas sebenarnya. Menurutnya, komposisi skuad asuhan John Herdman justru lebih "mewah" berkat deretan pemain yang bermain di liga-liga top Eropa.
"Kalau dari segi kemewahan tim, saya rasa kita punya tim yang mewah yang bermain di Eropa," ujar Ropan melalui kanal YouTube pribadinya, Bung Ropan. Ia menyebut nama-nama seperti Emil Audero (Cremonese), Maarten Paes (Ajax), Calvin Verdonk (Lille), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Ole Romeny (Oxford United), Elkan Baggott (Ipswich Town), dan Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach). Satu absen penting adalah Jay Idzes yang cedera.
Di sisi lain, Oman memang membawa pemain-pemain terbaiknya, termasuk yang berkarier di luar negeri seperti Issam Al-Sabhi (Irak), Muhsen Al-Ghassani (Thailand), dan Khalid Al-Braiki (Ceko). Namun, Ropan menyoroti usia mayoritas pilar Oman yang sudah uzur. Kapten Harib Al-Saadi berusia 36 tahun, sementara kiper Faiz Al-Rushaidi 37 tahun. Sebaliknya, skuad Indonesia didominasi pemain di bawah 25 tahun.
Bagi Ropan, dua laga kandang ini bukan sekadar uji coba. Jika Indonesia mampu menang, peringkat FIFA bisa meroket. "Sesuai harapan John Herdman, kita harus menghadapi tim-tim yang levelnya di atas dan punya peringkat lebih baik dari kita sehingga ini akan memotivasi semua pemain. Jika bisa memenangkan pertandingan, peringkat kita akan naik. Mungkin di 118 atau di 116," katanya.
Dukungan penuh suporter di SUGBK, materi pemain muda yang lebih segar, dan motivasi tinggi menjadi modal utama. Kini tinggal bagaimana John Herdman meramu strategi agar potensi itu berbuah hasil nyata di lapangan. Akankah peringkat FIFA Indonesia akhirnya menanjak setelah laga ini?



