Pochettino Buka Komunikasi dengan AC Milan di Tengah Persiapan Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih timnas AS, Mauricio Pochettino, dikabarkan telah melakukan pembicaraan awal dengan AC Milan untuk mengisi kursi pelatih yang ditinggalkan Massimiliano Allegri.
- Kontrak Pochettino bersama US Soccer hanya berlaku hingga Piala Dunia 2026, membuka peluang kepulangannya ke sepak bola klub Eropa setelah turnamen.
- AC Milan, yang gagal lolos ke Liga Champions musim depan, tengah mencari figur berpengalaman seperti Pochettino untuk membangun kembali tim.

Mauricio Pochettino, pelatih kepala tim nasional Amerika Serikat, dikabarkan telah menjalin komunikasi awal dengan raksasa Serie A, AC Milan, terkait kemungkinan menangani klub tersebut musim depan. Langkah ini terjadi setelah Milan memecat Massimiliano Allegri akibat kegagalan lolos ke Liga Champions untuk kedua kalinya berturut-turut.
Pelatih asal Argentina berusia 54 tahun itu saat ini tengah mempersiapkan skuad AS menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kontraknya bersama federasi sepak bola AS hanya berlaku hingga akhir turnamen, sehingga spekulasi mengenai masa depannya mulai mencuat. Meski fokus utamanya saat ini adalah turnamen empat tahunan tersebut, kembalinya Pochettino ke level klub Eropa dinilai sebagai langkah yang wajar mengingat rekam jejaknya yang gemilang di Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain.
Karier kepelatihan Pochettino di klub terakhirnya, Chelsea, berjalan kurang mulus. Ia hanya bertahan satu musim (2023-2024) dan membawa The Blues finis di peringkat keenam Liga Inggris serta kalah di final Piala Liga dari Liverpool. Sebelumnya, ia sukses menjuarai Ligue 1 dan Piala Prancis bersama PSG, serta membawa Tottenham ke final Liga Champions 2019 meski kalah dari Liverpool. Pengalaman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Milan yang tengah mencari sosok pelatih berkelas untuk membangun kembali kejayaan klub.
AC Milan sendiri tengah dalam masa transisi setelah musim yang mengecewakan. Allegri dipecat setelah tim hanya mampu finis di peringkat kelima Serie A, ketinggalan satu poin dari zona Liga Champions. Kekalahan 2-1 dari Cagliari di giornata terakhir menjadi pukulan telak yang membuat manajemen klub menyebut musim ini sebagai "kegagalan yang tidak perlu dipertanyakan lagi". Meski demikian, Milan masih memiliki tiket ke Liga Europa musim depan, yang bisa menjadi batu loncatan untuk bangkit.
Bagi Pochettino, tawaran dari Milan bisa menjadi kesempatan emas untuk kembali ke panggung sepak bola Eropa setelah jeda setahun. Namun, ia harus menyeimbangkan komitmennya terhadap timnas AS yang tengah bersiap menghadapi Piala Dunia. Turnamen yang akan digelar di kandang sendiri menjadi prioritas utama, dan performa AS di ajang tersebut akan sangat memengaruhi nilai tawar Pochettino di mata klub-klub Eropa.
Keputusan Pochettino juga akan berdampak pada peta persaingan di Serie A. Jika ia bergabung dengan Milan, persaingan dengan pelatih-pelatih top seperti Antonio Conte (Napoli) dan Simone Inzaghi (Inter Milan) diprediksi akan semakin sengit. Sementara itu, bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Pochettino menjadi menarik untuk diikuti karena dapat memengaruhi strategi transfer pemain dan gaya bermain Milan musim depan, yang kerap menjadi sorotan di liga-liga Eropa yang ditayangkan di Tanah Air.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Pochettino memilih untuk bertahan di timnas AS hingga Piala Dunai 2026, atau justru memanfaatkan momen ini untuk kembali ke klub sebelum turnamen dimulai? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu arah karier salah satu pelatih paling dihormati di dunia sepak bola ini.



