Kapten Timnas U-19 Optimistis Hadapi Piala AFF 2026: Persiapan Matang di Yogyakarta
Baca dalam 60 detik
- I Putu Panji memimpin skuad Garuda Muda dengan keyakinan tinggi setelah pemusatan latihan intensif di Sleman.
- Timnas Indonesia U-19 tergabung di Grup A bersama Myanmar, Timor Leste, dan Vietnam, dengan target mempertahankan gelar.
- Enam pemain diaspora masuk dalam skuad 23 pemain, menambah kedalaman tim asuhan Nova Arianto.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7172792/original/009495300_1779964969-1000119147.jpg)
Kapten Tim Nasional Indonesia U-19, I Putu Panji, menyatakan keyakinannya menjelang Piala AFF U-19 2026 yang akan digelar di Medan. Bek andalan Garuda Muda itu menilai persiapan tim berjalan sesuai rencana setelah menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta.
Skuad asuhan Nova Arianto telah bertolak ke Medan pada Kamis (28/5/2026) pagi WIB. Mereka membawa misi besar: mengulang sukses generasi sebelumnya yang meraih trofi pada edisi 2024. Optimisme ini bukan tanpa dasar—sebagian besar pemain telah merasakan atmosfer kompetitif di Piala Dunia U-17 2025, sebuah pengalaman berharga yang diyakini akan menjadi modal penting.
Di Grup A, Indonesia akan bersaing dengan Myanmar, Timor Leste, dan Vietnam. Pertandingan pertama akan berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara pada 1 Juni 2026 melawan Myanmar, disusul Timor Leste pada 4 Juni, dan Vietnam pada 7 Juni. Dengan status tuan rumah, ekspektasi publik pun tinggi, namun Panji meminta rekan setimnya untuk tetap fokus pada setiap laga.
Selama pemusatan latihan di Sleman, Panji mengakui perkembangan tim cukup positif. "Persiapan kami sejauh ini cukup baik. Kami menjalani pemusatan latihan dua minggu di Jogja dan beberapa kali uji coba," ujarnya. Tim Garuda Muda melakoni dua pertandingan uji coba melawan klub Liga 4, yang hasilnya dinilai memuaskan. "Apa yang diinstruksikan pelatih Nova sudah kami jalani," tambahnya.
Meski dibebani ekspektasi sebagai tuan rumah, Panji menekankan pentingnya fokus. "Tetap fokus dan fokus pertandingan per pertandingan," tegas pemain berusia 18 tahun itu. Ia tak ingin tim terlena dengan status favorit, mengingat lawan-lawan di grup juga memiliki kualitas yang patut diwaspadai.
Kehadiran enam pemain diaspora dalam skuad menjadi nilai tambah tersendiri. Mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan, baik dari segi pengalaman maupun kualitas teknis. Dengan kombinasi pemain lokal dan diaspora, Nova Arianto optimistis timnya bisa tampil maksimal.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Garuda Muda memanfaatkan status tuan rumah dan pengalaman internasional untuk kembali membawa pulang trofi? Jawabannya akan mulai terlihat pada laga perdana melawan Myanmar, 1 Juni mendatang.



