Arsenal Siapkan Dana Rp2,6 Triliun demi Vinicius Junior: Gagal Rekrut Morgan Rogers, Incar Bintang Real Madrid
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengalihkan target utama setelah Morgan Rogers memilih Chelsea dengan harga £117 juta, menjadikannya pemain Inggris termahal.
- Vinicius Junior, bintang Real Madrid dengan kontrak tersisa setahun, masuk radar Arsenal; klub dikabarkan akan mengajukan tawaran perdana senilai £136 juta.
- Jika transfer terwujud, Vinicius akan memecahkan rekor transfer termahal Premier League dan menjadi andalan baru di lini sayap Arsenal.

Arsenal dikabarkan tengah bersiap menggelontorkan dana sebesar £136 juta (sekitar Rp2,6 triliun) untuk memboyong Vinicius Junior dari Real Madrid. Langkah ini diambil setelah The Gunners gagal mengamankan tanda tangan Morgan Rogers yang memilih bergabung ke Chelsea dengan banderol £117 juta, menjadikannya pemain Inggris termahal sepanjang masa.
Sejak mengangkat trofi Premier League musim lalu, aktivitas Arsenal di bursa transfer tergolong minim. Mereka baru merampungkan pembelian permanen Piero Hincapie, mendatangkan kiper ketiga Illan Meslier, serta menambah amunisi sayap Christos Tzolis dari Club Brugge. Kedatangan Tzolis—yang sempat mencatat assist dalam laga uji coba tertutup—belum mampu memuaskan hasrat suporter akan seorang penyerang kelas dunia.
Rogers, yang musim lalu membukukan 14 gol dan 28 assist dalam dua musim beruntun bersama Aston Villa, sempat menjadi incaran utama Mikel Arteta. Namun, Chelsea bergerak cepat dengan mengaktifkan klausul rilis pemain 24 tahun itu. Arsenal tak kuasa menyamai tawaran tersebut, meski Arteta sangat menginginkannya. Keputusan ini, jika dilihat dari sisi positif, membuka peluang bagi Arsenal untuk mendapatkan sosok dengan profil yang lebih sesuai kebutuhan tim.
Manajemen Arsenal kini mengarahkan bidikan ke Vinicius Junior, pemain sayap kiri yang telah mencetak lebih dari 20 gol per musim dalam lima tahun terakhir. Menurut jurnalis Sky Sports Jerman, Florian Plettenberg, The Gunners tengah mempersiapkan tawaran pertama untuk pemain internasional Brasil tersebut. Real Madrid, yang masih berupaya memperpanjang kontrak sang pemain, dihadapkan pada situasi rumit karena Vinicius belum memberikan kepastian.
“Dia mungkin yang terbaik di dunia menurut saya,” ujar Jude Bellingham soal Vinicius pada 2023. Pujian itu tetap relevan tiga tahun kemudian, terbukti dari statistik superior pemain berusia 25 tahun itu dalam hal membawa bola ke area berbahaya serta kreativitasnya di sepertiga akhir lapangan.
Dibandingkan dengan Rogers, Vinicius unggul dalam berbagai metrik kunci: ia masuk 1% winger terbaik untuk progressive carry dan 7% terbaik untuk dribel sukses. Rogers memang dikenal sebagai penggawa lini tengah serang yang versatile, namun kebutuhan Arsenal akan pemain sayap murni ala Bradley Barcola atau Yan Diomande lebih terpenuhi dengan kehadiran Vinicius.
Di Indonesia, kabar ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola. Premier League tetap menjadi liga dengan basis penggemar terbesar di Tanah Air, dan kedatangan bintang sebesar Vinicius akan semakin meningkatkan daya tarik serta nilai komersial klub di pasar Asia. Apalagi, jika transfer ini terwujud, Arsenal akan memiliki rekrutan termahal sepanjang sejarah Premier League.
Meski demikian, tantangan masih terbentang. Real Madrid tentu tak akan melepas pemain andalannya dengan mudah. Belum lagi persaingan dari klub-klub kaya Eropa lainnya yang juga mengincar tanda tangan Vinicius. Pertanyaannya, mampukah Arsenal mengubah keraguan menjadi sejarah baru di bursa transfer?



