Algeria Bawa Putra Zidane dan Mahrez ke Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Luca Zidane, kiper Granada yang sempat cedera parah, dipanggil memperkuat Aljazair di Piala Dunia 2026.
- Riyad Mahrez, meski berusia 35 tahun dan bermain di Arab Saudi, tetap menjadi andalan lini depan Aljazair.
- Aljazair tergabung di Grup J bersama juara bertahan Argentina, Austria, dan Yordania.

Aljazair secara resmi mengumumkan skuad untuk Piala Dunia 2026, dengan memasukkan nama Luca Zidane—putra legenda Prancis Zinedine Zidane—dan kapten tim, Riyad Mahrez. Keputusan ini menandai kembalinya Aljazair ke panggung terbesar sepak bola setelah absen sejak 2014.
Luca Zidane, kiper berusia 28 tahun yang kini membela Granada di Spanyol, sempat menjadi pilihan utama Aljazair pada Piala Afrika 2023. Namun, kariernya nyaris terhenti akibat cedera rahang dan dagu yang dialaminya pada April lalu. Meski demikian, pelatih Vladimir Petkovic tetap mempercayakan tempat kepadanya. Zidane sebelumnya membela Prancis di level junior sebelum memilih mewakili Aljazair, tanah leluhurnya.
Sementara itu, Riyad Mahrez yang kini berusia 35 tahun dan bermain untuk Al-Ahli di Arab Saudi, kembali menjadi andalan di lini depan. Pengalamannya di pentas internasional, termasuk gelar juara Piala Afrika 2019, diharapkan mampu memandu para pemain muda Aljazair. Mahrez juga pernah membawa Manchester City meraih treble winner pada musim 2022/2023.
Selain dua nama besar tersebut, pelatih Petkovic juga memanggil kembali Nabil Bentaleb, mantan gelandang Tottenham yang kini bermain untuk Lille. Bentaleb, yang tampil di Piala Dunia 2014, dianggap memiliki kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan tim. "Kami tahu Bentaleb dengan baik; dia memiliki semua kualitas sebagai pribadi untuk grup," ujar Petkovic. Pemain lain yang masuk skuad adalah Houssem Aouar dan Amine Gouiri, yang sebelumnya absen di Piala Afrika karena cedera.
Bagi Indonesia, kehadiran pemain keturunan seperti Luca Zidane bisa menjadi contoh bagi diaspora Indonesia di Eropa untuk memperkuat Timnas. Selain itu, persaingan di Grup J yang melibatkan Argentina, Austria, dan Yordania akan menjadi tontonan menarik bagi penggemar sepak bola Tanah Air. Argentina sebagai juara bertahan jelas difavoritkan, namun Aljazair dengan skuad berpengalaman berpotensi membuat kejutan.
Dengan komposisi pemain yang memadukan pengalaman dan tenaga muda, Aljazair berharap bisa melaju jauh di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Pertanyaan besarnya: mampukah Mahrez dan Zidane membawa Aljazair melewati fase grup yang berat?



