Man United Habiskan Lebih dari €600 Miliar untuk Pemain Serie A dalam Satu Dekade, Ederson Jadi yang Terbaru
Baca dalam 60 detik
- Manchester United telah menggelontorkan dana lebih dari €600 juta untuk merekrut pemain dari Serie A dalam sepuluh musim terakhir.
- Gelandang Atalanta, Ederson, akan menjadi rekrutan ke-11 dari Italia ke Old Trafford dengan nilai transfer €50 juta.
- Kebijakan belanja ini mencerminkan strategi United yang terus mengandalkan pasar Italia, meski hasil di lapangan belum konsisten.

Manchester United kembali menunjukkan ketergantungannya pada pasar pemain Serie A. Setelah menghabiskan lebih dari €600 juta dalam sepuluh musim terakhir untuk mendatangkan pemain dari Italia, klub asal Manchester itu kini bersiap menuntaskan transfer gelandang Atalanta, Ederson, dengan nilai mencapai €50 juta termasuk bonus.
Ederson akan menjadi pemain ke-11 yang pindah dari Serie A ke Old Trafford sejak musim 2015-2016. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya berasal dari Atalanta: Rasmus Hojlund (€79,8 juta), Amad Diallo (€27,3 juta), dan kini Ederson. Fakta ini menunjukkan bahwa Atalanta telah menjadi pemasok utama bagi United, melampaui klub-klub Italia lainnya.
Pembelian termahal United dari Serie A dalam periode itu tetap Paul Pogba, yang kembali dari Juventus pada 2016 dengan banderol €105 juta. Disusul Cristiano Ronaldo yang juga pulang ke Old Trafford dari Turin pada 2021 dengan harga €17 juta. Namun, tidak semua investasi berbuah manis. Pogba, misalnya, hengkang dengan status bebas transfer pada 2022 setelah kontraknya habis, meninggalkan rasa pahit bagi klub.
Transfer terbaru sebelum Ederson adalah bek Lecce, Patrick Dorgu, yang bergabung pada Januari 2025 dengan biaya €30 juta. Daftar lengkap rekrutan United dari Serie A juga mencakup nama-nama seperti Sergio Romero (gratis dari Sampdoria, 2015), Matteo Darmian (€18,8 juta dari Torino, 2015), Sofyan Amrabat (pinjaman €10 juta dari Fiorentina, 2023), dan lainnya. Pola ini menunjukkan bahwa United tidak segan mengeluarkan dana besar untuk pemain yang sudah teruji di liga Italia.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, fenomena ini menarik karena Serie A kerap dianggap sebagai liga dengan taktik defensif yang ketat. Pemain seperti Ederson, yang dikenal sebagai gelandang box-to-box dengan stamina tinggi, diharapkan mampu beradaptasi dengan tempo Premier League. Namun, sejarah mencatat bahwa tidak semua pemain Serie A sukses di Inggris. Kegagalan Pogba untuk tampil konsisten menjadi pelajaran berharga.
Ke depan, langkah United memboyong Ederson bisa menjadi sinyal bahwa klub masih percaya pada kualitas Serie A meski anggaran belanja mulai dibatasi. Pertanyaan besarnya: akankah Ederson mampu memenuhi ekspektasi tinggi di Old Trafford, atau justru menjadi bagian dari daftar panjang investasi yang tidak membuahkan hasil optimal?



