Leao Ingin Hengkang dari Milan, Klub Pemodal Besar Justru Ogah Bayar Mahal
Baca dalam 60 detik
- Rafael Leao secara terbuka menyatakan ingin mencari tantangan baru di luar Serie A, namun nilai pasarnya anjlok drastis.
- AC Milan terpaksa memotong klausul rilis hingga lebih dari €100 juta menjadi €50-60 juta, tapi peminat serius masih minim.
- Klub-klub Premier League dan raksasa Eropa lainnya belum mengajukan tawaran konkret, sementara opsi ke Turki atau Arab Saudi ditolak sang pemain.

Rafael Leao, bintang sayap AC Milan asal Portugal, secara gamblang menyatakan hasratnya untuk meninggalkan San Siro demi petualangan baru di liga lain. Namun, ambisi tersebut berbenturan dengan kenyataan pahit: tak banyak klub besar yang bersedia menebusnya dengan harga tinggi, bahkan setelah Milan bersedia memangkas klausul rilisnya hingga lebih dari €100 juta.
Dalam wawancara dengan televisi Portugal, pemain berusia 26 tahun itu mengaku telah memberikan segalanya untuk Milan dan ingin menghadapi tantangan baru. Pernyataan ini muncul setelah Milan gagal lolos ke Liga Champions pada hari terakhir Serie A, meski sempat bertengger di posisi kedua dalam waktu lama. Kondisi ini membuat manajemen Rossoneri mulai mempertimbangkan untuk melepas pemain yang menjadi andalan sejak musim 2021-22 itu.
Kontrak Leao di Milan masih berlaku hingga 2028, dengan klausul rilis mencapai €175 juta—angka yang sengaja dipasang tinggi untuk menghalau minat klub-klub elite Eropa. Namun, jika Milan benar-benar ingin menjualnya pada bursa transfer musim panas ini, mereka harus merelakan potongan harga lebih dari €100 juta, sehingga banderol Leao turun drastis menjadi sekitar €50-60 juta. Laporan dari Calciomercato bahkan menyebut angka tersebut bisa semakin rendah setelah wawancara kontroversial Leao, yang membuat seluruh klub sadar akan keinginannya hengkang.
Menurut analis pasar transfer Italia, situasi ini menjadi dilema bagi Milan. Di satu sisi, mereka ingin segera melepas Leao untuk mendapatkan dana segar dan membangun ulang skuad. Di sisi lain, calon pembeli potensial seperti Barcelona baru saja mendatangkan Anthony Gordon, sementara Bayern Munich disebut-sebut tidak tertarik. Klub-klub Premier League seperti Manchester United, Chelsea, dan Arsenal memang dikaitkan, namun belum ada satu pun yang mengajukan proposal resmi.
Ketertarikan paling serius justru datang dari Galatasaray dan Fenerbahce, dua raksasa Liga Turki. Namun, Leao dikabarkan menolak pindah ke Turki pada tahap ini. Demikian pula dengan tawaran dari Al-Hilal, klub Arab Saudi yang dilatih Simone Inzaghi. Sang pemain sepertinya masih mengincar destinasi di lima liga top Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus Leao mengingatkan pada fenomena pemain bintang yang nilainya anjlok karena keinginan pindah yang terlalu terbuka. Di era di mana klub-klub Eropa semakin hati-hati dalam belanja pemain, sikap transparan seperti ini justru bisa menjadi bumerang. Pertanyaan besarnya: akankah ada klub besar yang berani mengambil risiko dengan banderol yang sudah turun drastis, atau Leao harus bertahan di Milan hingga kontraknya habis?



