Napoli Fans Geram, Petisi Tolak Allegri Bertebaran
Baca dalam 60 detik
- Negosiasi Napoli dengan Max Allegri memicu gelombang protes dari suporter yang menginginkan Vincenzo Italiano sebagai pelatih baru.
- Kesulitan membebaskan Italiano dari kontrak Bologna membuat manajemen kembali mendekati Allegri, yang dianggap suporter sebagai langkah mundur.
- Petisi daring dan seruan di media sosial menjadi alat utama fans untuk menekan Presiden De Laurentiis agar tidak merekrut Allegri.

Suporter Napoli menggelar aksi protes dan meluncurkan petisi setelah beredar kabar bahwa klub kembali melakukan pembicaraan dengan Max Allegri. Mereka menilai keputusan manajemen justru tidak sejalan dengan ambisi mempertahankan performa juara.
Kekosongan kursi pelatih terjadi setelah Antonio Conte memutuskan hengkang dua tahun sebelum kontraknya berakhir. Conte meninggalkan warisan manis: scudetto musim lalu dan Piala Super Italia. Namun, kepergiannya memaksa Presiden Aurelio De Laurentiis bergerak cepat mencari pengganti.
Dua nama disebut menjadi kandidat utama: Allegri, yang baru saja dipecat AC Milan, dan Vincenzo Italiano, arsitek sukses Bologna. Awalnya Italiano dianggap favorit, tetapi kendala klausul kontrak di Stadio Dall’Ara membuat proses negosiasi mandek. Situasi itu membuka pintu bagi Allegri untuk kembali dilirik.
Keputusan Napoli untuk kembali merayu Allegri sontak memicu kemarahan di kalangan suporter. Media sosial klub dibanjiri komentar penolakan, dan setidaknya tiga petisi daring digulirkan dengan tuntutan agar Allegri tidak diangkat. Bagi fans, nama Allegri identik dengan gaya bermain pragmatis yang dinilai tidak cocok dengan semangat ofensif Napoli.
Ketegangan antara keinginan suporter dan pertimbangan manajemen bukanlah hal baru di Napoli. De Laurentiis dikenal sebagai presiden yang kerap mengambil keputusan kontroversial, namun hasil di lapangan kerap membungkam kritik. Namun, kali ini tekanan publik terasa lebih kuat karena Allegri dianggap sebagai simbol era lama yang gagal di Milan.
Bagi pengamat sepak bola Italia, situasi ini mencerminkan dilema klasik: antara pengalaman dan kesegaran. Allegri membawa rekam jejak juara bersama Juventus, tetapi gaya sepak bolanya kerap dikritik sebagai negatif. Sementara Italiano, meski minim trofi, berhasil membangun Bologna menjadi tim atraktif yang disegani.
Keputusan akhir akan bergantung pada pertemuan Italiano dengan petinggi Bologna pada Kamis mendatang. Jika negosiasi berjalan mulus, Napoli bisa segera mengamankan pelatih idaman fans. Namun, jika buntu, De Laurentiis mungkin tetap memaksakan Allegri, yang berarti gesekan dengan suporter akan terus berlanjut.
Pertanyaan besarnya: akankah suara petisi dan protes di media sosial cukup mengubah arah kebijakan klub, atau De Laurentiis akan kembali menunjukkan siapa yang berkuasa di Napoli?



