MRT Jakarta Resmi Terima Pembayaran Kartu Kredit Nirkontak, Langkah Jakarta Menuju Kota Global
Baca dalam 60 detik
- PT MRT Jakarta meluncurkan sistem pembayaran tiket menggunakan kartu kredit nirkontak Visa dan Mastercard, menjadikannya yang pertama di Indonesia.
- Inovasi ini menempatkan Jakarta sejajar dengan kota global seperti Singapura, Tokyo, dan New York dalam hal modernisasi transportasi publik.
- Sistem ini diharapkan meningkatkan kemudahan transaksi bagi 2,5 juta pengunjung tahunan Jakarta dan memperkuat integrasi moda transportasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan sistem pembayaran tiket MRT Jakarta menggunakan kartu kredit nirkontak berteknologi EMV Contactless di Stasiun Bundaran HI, Rabu (5/2/2026). Langkah ini menjadikan MRT Jakarta sebagai moda transportasi publik pertama di Indonesia yang menerima pembayaran langsung dari kartu kredit tanpa perlu top-up atau aplikasi terpisah.
Kartu kredit yang diterima meliputi jaringan Visa dan Mastercard. Dengan sistem ini, penumpang cukup menempelkan kartu pada mesin gate tanpa harus mengantre membeli tiket atau mengisi ulang kartu elektronik. Pramono menyebutkan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari visi Jakarta sebagai kota global yang tangguh. "Jakarta harus sejajar dengan kota-kota besar dunia seperti Singapura, Tokyo, Shanghai, New York, Kuala Lumpur, Hong Kong, dan Sydney yang sudah lebih dulu menerapkan sistem serupa," ujarnya dalam sambutan.
Peluncuran ini melengkapi beragam metode pembayaran yang sudah ada sebelumnya. Sejak tahun lalu, MRT Jakarta telah memperkenalkan gantungan kunci digital yang terintegrasi dengan ekosistem gaya hidup bernama allride hasil kerja sama dengan Tahilalats. Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan e-wallet GoPay melalui aplikasi MyMRTJ. Langkah ini menunjukkan komitmen PT MRT Jakarta untuk terus berinovasi dalam memberikan kemudahan bagi pengguna.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah kunjungan ke Jakarta mencapai 2,5 juta orang. Angka tersebut menjadi acuan potensi pasar yang dapat dilayani dengan sistem pembayaran baru ini. Dengan semakin banyaknya pilihan transaksi, diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik dan mengurangi kemacetan di ibu kota.
Kehadiran sistem ini tidak hanya memudahkan wisatawan mancanegara yang biasa menggunakan kartu kredit di negaranya, tetapi juga mendorong adopsi teknologi pembayaran modern di dalam negeri. Menurut analis transportasi, integrasi pembayaran nirkontak menjadi standar kota global dan dapat menjadi model bagi pengembangan sistem serupa di kereta komuter, Transjakarta, dan moda lainnya. Pertanyaannya sekarang, seberapa cepat operator transportasi lain di Jakarta akan mengikuti jejak MRT?



