Palepang Menanti Jawaban Iraola, Lampard Masuk Daftar Cadangan
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace memberi tenggat akhir pekan ini kepada Andoni Iraola untuk memutuskan tawaran menjadi pelatih kepala baru.
- Jika Iraola menolak, Frank Lampard menjadi opsi utama meski masih terikat kontrak dengan Coventry City.
- Keberhasilan Palace menjuarai Conference League berpotensi mempertahankan pemain bintang seperti Adam Wharton.

Crystal Palace kini berada dalam masa penantian krusial: apakah Andoni Iraola akan menerima pinangan mereka atau tidak. Manajer asal Spanyol itu diberi tenggat waktu hingga akhir pekan ini untuk memberikan jawaban atas proposal yang diajukan klub London selatan tersebut.
Euforia kemenangan di final Conference League atas Rayo Vallecano belum sepenuhnya reda, tetapi manajemen Palace sudah harus bergerak cepat menyusun rencana musim depan. Prioritas utama adalah menunjuk pengganti Oliver Glasner yang memutuskan hengkang setelah sukses di Leipzig. Iraola, yang baru saja membawa Bournemouth lolos ke Europa League, menjadi target utama yang dianggap ambisius oleh para pengamat.
Dalam proposal yang disodorkan, Palace menjamin Iraola akan mendapat pengaruh signifikan dalam operasional rekrutmen pemain. Pemilik klub Steve Parish menegaskan bahwa timnya telah naik level dan ingin terus berkembang. βKami sudah merasakannya, dan kami ingin mempertahankannya,β ujarnya usai laga final.
Namun, keraguan mulai menyusup di internal Palace. Lamanya waktu yang dibutuhkan Iraola untuk mengambil keputusan memicu skeptisisme apakah pelatih berusia 43 tahun itu benar-benar bersedia pindah ke Selhurst Park. Jika jawabannya negatif, Palace sudah menyiapkan rencana cadangan.
Frank Lampard menjadi opsi utama jika Iraola menolak. Mantan pelatih Chelsea itu dikabarkan memiliki pendukung kuat di jajaran direksi Palace. Namun, kendala kontrak dengan Coventry City menjadi batu sandungan. Meski demikian, ada optimisme bahwa Lampard, yang sudah mengetahui minat Palace, bersedia bergabung sebelum musim depan bergulir.
Selain urusan pelatih, Palace juga dihadapkan pada tantangan mempertahankan pemain bintang. Kemenangan di Conference League memang membantu mengamankan tiket Europa League, tetapi justru bisa membuat pemain kian dilirik klub besar. Adam Wharton, yang tampil gemilang di final, menjadi sorotan Liverpool dan Manchester United. Beruntung, kontrak gelandang muda itu masih tersisa tiga tahun, memberi Palace posisi tawar yang kuat.
Palace dikabarkan bersiap menawarkan kontrak baru kepada Wharton, meski belum jelas apakah pemain tersebut tertarik mengingat minat dari klub lain. Situasi serupa juga dialami Dean Henderson yang mulai diminati sejumlah klub Premier League. Sementara itu, bek tengah Jaydee Canvot masuk radar Paris Saint-Germain setelah tampil impresif pasca-kepergian Marc Guehi.
Masa depan Jean-Philippe Mateta juga masih menggantung. Gagalnya transfer ke AC Milan pada Januari lalu karena masalah medis membuat situasi semakin rumit. Palace sudah mendatangkan Jorgen Strand Larsen dari Wolves senilai Β£48 juta sebagai antisipasi kepergian Mateta. Di sisi lain, Maxence Lacroix dikabarkan menunda perpanjangan kontrak, sementara Ismaila Sarr justru tertarik berdiskusi soal pembaruan.
Dengan segudang pekerjaan rumah yang menanti, musim panas di Selhurst Park diprediksi akan menjadi salah satu yang paling sibuk dalam sejarah klub. Pertanyaan besarnya: akankah Iraola menjadi nahkoda baru, atau Palace harus beralih ke rencana lain?



