Aston Villa Incar Ethan Nwaneri: Proyek ‘Rogers 2.0’ untuk Mengantisipasi Kepergian Bintangnya
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa bergabung dalam perburuan tanda tangan gelandang muda Arsenal, Ethan Nwaneri, yang khawatir akan menit bermainnya musim depan.
- Keberhasilan Villa mengorbitkan Morgan Rogers dari pemain Championship menjadi bintang Liga Champions membuat mereka percaya diri mengulangi formula serupa pada Nwaneri.
- Jika Nwaneri direkrut secara permanen, ia bisa menjadi suksesor jangka panjang Rogers yang tengah diincar Manchester United dan Arsenal.

Aston Villa tengah mempersiapkan langkah strategis di bursa transfer musim panas dengan membidik Ethan Nwaneri, gelandang muda Arsenal yang disebut-sebut sebagai ‘pemain paling menarik di Inggris’. Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran kehilangan Morgan Rogers, bintang mereka yang kini diminati Manchester United dan Arsenal.
Menurut laporan TEAMtalk, Villa bergabung dengan Como, Newcastle United, dan Everton dalam perburuan tanda tangan pemain berusia 19 tahun itu. Nwaneri dikabarkan khawatir dengan menit bermainnya di Arsenal pada musim 2026/27, sehingga membuka peluang hengkang secara permanen dari Emirates. Namun, belum ada kepastian apakah Arsenal bersedia melepasnya atau berapa harga yang diminta.
Ketertarikan Villa pada Nwaneri tidak lepas dari kesuksesan mereka mengorbitkan Morgan Rogers. Dibeli dari Middlesbrough dengan biaya awal hanya £8 juta pada awal 2024, Rogers kini menjadi pemain kunci dengan catatan 14 gol dan 11 assist musim lalu, serta membawa Villa meraih trofi Liga Europa dan tiket Liga Champions. Kehilangan Rogers tentu menjadi pukulan berat, namun Nwaneri dianggap sebagai proyek serupa yang bisa meredam dampak kepergiannya.
Nwaneri, yang pernah dijuluki oleh mantan pemain Chelsea Joe Cole sebagai “pemain sepak bola paling menarik di Inggris dan mungkin Eropa”, masih sangat muda dan memiliki ruang pengembangan besar. Meski statistiknya belum konsisten—musim 2024/25 ia mencetak 9 gol dalam 37 pertandingan untuk Arsenal, termasuk 4 gol di Premier League—Villa percaya bahwa pelatih Unai Emery mampu mengasah potensinya, sebagaimana yang ia lakukan pada Rogers.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Liga Inggris berinvestasi pada pemain muda berbakat. Model pengembangan pemain ala Villa bisa menjadi referensi bagi klub-klub Indonesia yang ingin memaksimalkan potensi pemain muda lokal. Selain itu, ketertarikan klub-klub besar pada pemain seperti Nwaneri menandakan bahwa persaingan di bursa transfer semakin ketat, dan Indonesia perlu memperkuat pembinaan usia dini agar tidak tertinggal.
Jika Villa berhasil mendatangkan Nwaneri, mereka tidak hanya mendapatkan pemain potensial, tetapi juga mengirim sinyal bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi tanpa bergantung pada satu bintang. Pertanyaannya, akankah Arsenal melepas aset muda mereka, atau justru mempertahankannya dengan jaminan menit bermain? Keputusan ini akan menentukan arah karier Nwaneri dan strategi transfer Villa ke depan.



