Gayle King Bongkar Momen Perselingkuhan Mantan Suami: Operasi Gaslighting dari Pasutri Psikolog
Baca dalam 60 detik
- Pembawa acara CBS Mornings, Gayle King, menceritakan pengalaman traumatis saat mendapati suaminya berselingkuh dengan sahabatnya pada 1990.
- Pasangan selingkuh yang berprofesi sebagai psikolog berusaha memanipulasi persepsi King dengan tuduhan delusi, namun terbongkar oleh bukti fisik.
- Kisah ini menjadi pengingat tentang pentingnya batasan dalam pertemanan dan dampak psikologis dari pengkhianatan, relevan bagi publik Indonesia.

Gayle King, pembawa acara CBS Mornings, mengungkap pengalaman pahitnya saat mendapati mantan suaminya, William G. Bumpus, berselingkuh dengan seorang teman dekat pada 1990. Momen itu terjadi ketika King pulang lebih awal setelah penerbangannya dibatalkan, dan mendapati rumah dalam keadaan terkunci dengan alarm menyala—suatu keanehan yang langsung menimbulkan kecurigaan.
Dalam wawancara terbaru di podcast Call Her Daddy yang dipandu Alex Cooper, King, 71 tahun, menceritakan detail kejadian tersebut. Saat itu ia bersama kedua anaknya yang masih kecil, Kirby dan William Jr. Bumpus keluar dari kamar hanya dengan handuk dan melarangnya masuk. "Aku bilang, 'Apa maksudmu aku tidak bisa masuk? Ada apa?' Dia menjawab, 'Kamu tidak bisa masuk. Ada seseorang di sini,'" kenang King.
King tidak percaya begitu saja. Ia memeriksa rumah dan menemukan wanita tersebut bersembunyi di balik pintu kamar mandi, mengenakan handuk miliknya. "Aku berkata, 'Aku tidak percaya kau di sini dan melakukan ini. Kupikir kita berteman,'" ujarnya. Anak-anaknya saat itu bersama pengasuh di luar rumah, dan King meminta mereka menjauh agar tidak menyaksikan adegan tersebut.
Yang membuat kisah ini semakin rumit, wanita selingkuhan dan suaminya adalah psikolog. Ketika King menelepon suami wanita itu—yang disebutnya "Richard"—ia justru dituduh delusional. "Dia bilang, 'Kau delusional dan tidak waras, sebaiknya kau cari bantuan,'" kata King. Namun King membantah dengan bukti: "Aku bilang, 'Apakah istrimu punya atasan piyama satin merah muda? Apakah dia punya celana dalam mint hijau yang cocok? Dan omong-omong, Richard, ada noda air mani di tempat tidurku. Jadi, apa aku delusional? Persetan kau.'"
King mengaku bahwa jika bukan karena anak-anak, pernikahannya akan langsung berakhir. Namun ia dan Bumpus mencoba konseling dan sempat rujuk. Sayangnya, Bumpus kembali berselingkuh. "Aku sadar dia tidak benar-benar berubah, dan aku berubah menjadi wanita pemarah. Aku sampai memeriksa kap mesin mobil untuk melihat apakah masih hangat, menggeledah ponselnya. Aku tidak ingin hidup seperti itu," ujar King. Perceraian final terjadi pada 1993.
Kisah King menyoroti fenomena gaslighting—manipulasi psikologis yang membuat korban meragukan realitasnya sendiri. Di Indonesia, kasus serupa kerap terjadi dalam hubungan, namun seringkali tidak terungkap karena stigma sosial. Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Ratna Djuwita, menilai bahwa pengakuan publik seperti King dapat membantu korban kekerasan emosional untuk lebih berani bersuara. "Banyak korban gaslighting tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanipulasi. Kisah Gayle King bisa menjadi edukasi bagi masyarakat," ujarnya.
Pada 2016, Bumpus secara terbuka meminta maaf atas perselingkuhannya. Dalam pernyataannya, ia mengaku terus dihantui oleh pilihan hidupnya dan memuji King sebagai ibu dan rekan pengasuh yang luar biasa. "Saya terus berusaha menjadi pria dan ayah yang lebih baik. Saya salut atas kesuksesan dan persahabatan Gayle yang terus berlanjut," tulisnya.
Kini, King dan Bumpus telah memiliki hubungan yang lebih baik, bahkan bertemu di acara pembaptisan cucu mereka. Namun King tetap kritis: "Dia tidak terlihat terlalu sehat, dan punya pacar baru yang tampaknya baik." Pertanyaan yang tersisa: apakah pengakuan publik seperti ini cukup untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang perselingkuhan dan gaslighting? Ataukah masih diperlukan lebih banyak edukasi dan dukungan bagi korban?



