Persija Depak Mauricio Souza dan Lima Staf: Target Juara Tak Tercapai, Rekor Poin Tak Cukup
Baca dalam 60 detik
- Manajemen Persija Jakarta memutuskan tidak memperpanjang kontrak pelatih Mauricio Souza dan lima anggota staf kepelatihan asal Brasil setelah finis di peringkat ketiga Liga 1 musim 2025/2026.
- Meski gagal membawa gelar juara, Souza mencatatkan rekor perolehan poin tertinggi Persija dalam satu dekade terakhir, yaitu 71 poin dari 34 pertandingan.
- Direktur klub, Mohamad Prapanca, menyatakan telah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru untuk musim 2026/2027 dengan target membawa Macan Kemayoran kembali ke puncak.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286760/original/067371400_1752752751-WhatsApp_Image_2025-07-17_at_18.13.54__1_.jpeg)
Manajemen Persija Jakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Mauricio Souza dan lima staf kepelatihannya setelah kontrak mereka tidak diperpanjang untuk musim depan. Keputusan ini diumumkan pada Selasa (27/5/2026) malam WIB, menyusul evaluasi akhir musim yang menyimpulkan target juara yang dibebankan kepada Souza tidak tercapai.
Selain Souza, lima staf yang ikut angkat kaki adalah asisten pelatih Italo Bartole Resende, pelatih fisik Vitor Branco da Cruz, pelatih kiper Gerson Rodrigues Rios, analis Caio Araujo, dan interpreter Claudio Luzardi. Mereka semua merupakan bagian dari tim kepelatihan yang didatangkan Souza sejak awal musim 2025/2026.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, mengakui kontribusi Souza dalam membangun identitas permainan yang kuat. "Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan," ujar Prapanca dalam keterangan resmi.
Di bawah arahan Souza, Persija finis di posisi ketiga klasemen Liga 1 dengan koleksi 71 poin—hasil dari 22 kemenangan, 5 imbang, dan 7 kekalahan. Angka tersebut menjadi perolehan poin tertinggi yang pernah dicatatkan klub dalam satu dekade terakhir, sejak kompetisi kembali menggunakan format satu wilayah. Namun, capaian itu belum cukup untuk memenuhi ambisi manajemen yang menginginkan gelar juara.
Prapanca menambahkan bahwa pihaknya telah memulai proses pencarian pelatih baru. "Sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru. Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027," katanya.
Souza sendiri telah mengisyaratkan kepergiannya melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Selasa (26/5/2026). "Terima kasih, Persija. Merupakan sebuah kehormatan. Suatu hari nanti, jika Tuhan menghendaki, kita akan bertemu lagi!" tulis pelatih asal Brasil berusia 52 tahun itu. Sebelum menangani Persija, Souza pernah melatih Madura United pada musim 2022/2023.
Keputusan ini menjadi ujian bagi konsistensi manajemen Persija dalam membangun tim jangka panjang. Meski Souza berhasil menciptakan gaya permainan agresif dan dominan, kegagalan merebut trofi menjadi alasan utama perpisahan. Pertanyaannya, akankah pelatih baru mampu mempertahankan identitas permainan yang sudah terbentuk sambil membawa Persija menjadi juara?



