Pavlović: Gelandang Muda Bayern yang Siap Jadi Andalan Jerman di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Aleksandar Pavlović, gelandang Bayern Munich berusia 22 tahun, diproyeksikan menjadi pemain kunci Jerman di Piala Dunia 2026 berkat performa impresifnya musim ini.
- Meski harus bersaing dengan Felix Nmecha, Angelo Stiller, dan Leon Goretzka, ketenangan, umpan akurat, dan etos kerja Pavlović membuatnya unggul di lini tengah.
- Cedera pinggang yang membuatnya absen pada Maret lalu justru memotivasinya untuk merebut tempat inti saat Jerman menghadapi Curaçao pada laga perdana 14 Juni.

Gelandang muda Bayern Munich, Aleksandar Pavlović, diprediksi bakal menjadi motor permainan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara. Pemain berusia 22 tahun itu dinilai memiliki kualitas untuk mengisi pos gelandang bertahan (No. 6) yang selama ini menjadi incaran pelatih Julian Nagelsmann.
Pavlović menjalani musim 2025/26 yang gemilang bersama Bayern. Dalam 24 penampilan di Bundesliga—16 di antaranya sebagai starter—ia menyumbang tiga gol. Salah satu gol terbaiknya tercipta melalui tendangan voli dari luar kotak penalti saat Bayern menang 3-2 atas Eintracht Frankfurt pada pekan ke-23. Di Liga Champions, ia mencatat rekor klub baru dengan 150 umpan sukses dalam satu pertandingan melawan Union Saint-Gilloise.
Namun, persaingan di lini tengah Jerman sangat ketat. Felix Nmecha, Angelo Stiller, dan rekan setimnya di Bayern, Leon Goretzka, juga mengincar tempat utama. Meski demikian, Pavlović memiliki keunggulan dalam hal ketenangan, kemampuan mengatur tempo, dan kerja keras tanpa kenal lelah. Nagelsmann sendiri pernah memujinya sebagai pemain yang "mewujudkan banyak hal yang saya inginkan dari posisi No. 6".
Pavlović sempat absen dalam laga uji coba melawan Swiss dan Ghana pada Maret lalu karena cedera pinggang. Namun, ia dipastikan pulih dan siap tempur saat Jerman memulai kampanye Piala Dunia melawan Curaçao pada 14 Juni. Pelatih Bayern Vincent Kompany pun memuji mentalitas pemain didikannya, menyebutnya sebagai produk akademi yang tidak kenal takut—sama seperti Thomas Müller atau Lennart Karl.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Pavlović menarik karena menunjukkan bagaimana pemain muda dari akademi klub besar bisa menembus tim nasional dan bersaing di level tertinggi. Di Indonesia, pembinaan usia dini dan kepercayaan terhadap pemain muda masih menjadi pekerjaan rumah. Keberanian Bayern mempromosikan Pavlović ke tim utama patut menjadi contoh bagi klub-klub Tanah Air.
Dengan segala atribut yang dimilikinya, Pavlović diprediksi akan menjadi andalan Jerman tidak hanya di Piala Dunia 2026, tetapi juga di turnamen-turnamen mendatang. Pertanyaannya, bisakah ia mengatasi tekanan dan membuktikan diri sebagai gelandang terbaik Jerman di panggung paling bergengsi?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7548608/original/076977400_1780324389-Indonesia_vs_Myanmar.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7582983/original/057865400_1780364199-1000888706.jpg)