Panggilan Piala Dunia: George Hirst Gagal Putt Birdie, Tapi Raih Tiket ke Amerika
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Ipswich Town, George Hirst, dipastikan masuk skuad Skotlandia untuk Piala Dunia 2026 setelah mengemas 11 gol di Championship.
- Kabar gembira itu datang saat ia bermain golf di Portugal, membuat konsentrasinya buyar dan gagal memasukkan putt birdie.
- Hirst menjalani sesi hot yoga ekstra untuk beradaptasi dengan suhu panas di Amerika Serikat, tempat turnamen digelar.

Kabar bahagia sering datang di momen tak terduga. Bagi George Hirst, pemberitahuan bahwa ia masuk dalam skuad Skotlandia untuk Piala Dunia 2026 justru diterima saat ia sedang memegang stik golf di Portugal. Alih-alih merayakan dengan tenang, striker Ipswich Town itu malah gagal memasukkan putt birdie dan berakhir dengan double bogey.
Penyerang berusia 27 tahun itu menjadi satu dari lima penyerang yang dipilih pelatih Steve Clarke untuk membela Skotlandia di turnamen empat tahunan yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Kepastian ini sekaligus mengakhiri kekhawatiran Hirst yang sempat merasa posisinya terancam setelah hanya mencetak satu gol dalam delapan penampilan internasional sejak debut tahun lalu.
โSaya sangat gembira. Saya tahu 45 menit sebelum dunia tahu. Saat itu saya sedang bermain golf di Portugal bersama beberapa teman, dan saya punya putt untuk birdie, tapi akhirnya malah double bogey,โ ujar Hirst, seperti dikutip BBC. โSaya tidak bisa menahan kegembiraan, bahkan di lapangan golf. Ini mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan.โ
Perjalanan Hirst menuju Piala Dunia tidaklah mudah. Pada pemusatan latihan Maret lalu, ia mengaku melakukan pembicaraan jujur dengan Clarke. Sang pelatih memintanya untuk membuktikan diri di level klub. Hirst pun menjawab dengan 11 gol di Championship musim ini, membantu Ipswich finis kedua dan promosi ke Premier League. Dari 42 penampilan liga, ia memulai 25 pertandingan sebagai starter dan 17 kali sebagai pemain pengganti.
Skotlandia akan kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun. Clarke membawa lima penyerang: Che Adams, Lyndon Dykes, Lawrence Shankland, Ross Stewart, dan Hirst. Persaingan di lini depan dipastikan ketat. โKami semua punya kekuatan berbeda. Saya punya kecepatan dan postur tinggi. Saya siap dimainkan kapan pun, satu menit atau 90 menit,โ tegas Hirst.
Untuk mengantisipasi cuaca panas di Amerika Serikat, Hirst mengaku menjalani sesi hot pod yoga yang tidak ia sukai. โSaya mencoba membiasakan diri dengan panas, meskipun saya bukan penggemar beratnya,โ katanya sambil tersenyum. Persiapan fisik dan mental ini menjadi kunci bagi pemain yang baru pertama kali merasakan atmosfer Piala Dunia.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, kisah Hirst memberikan gambaran tentang kerasnya persaingan menuju Piala Dunia. Meski hanya menjadi pelapis di klub, kerja keras dan performa konsisten bisa membuka jalan. Dengan lima striker yang bersaing, Clarke memiliki banyak opsi untuk menghadapi lawan-lawan di grup. Pertanyaannya, mampukah Hirst merebut tempat utama dan meninggalkan jejak di turnamen terbesar dunia?

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3132864/original/069059100_1589892045-PSS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4371315/original/023919400_1679730830-20230324BL_BRI_Liga_1_2022-2023_Persib_Bandung_vs_Bhayangkara_FC_31.jpg)