Gibran dan Jan Ethes Salat Idul Adha di Istiqlal, Prabowo di Paris
Baca dalam 60 detik
- Wapres Gibran Rakabuming menjalani salat Idul Adha 1447 H di Masjid Istiqlal bersama putranya, Jan Ethes, pada Rabu pagi.
- Presiden Prabowo Subianto melaksanakan ibadah serupa di KBRI Paris, menandai awal kunjungan kenegaraan yang sempat tertunda.
- Masjid Istiqlal menerapkan pengamanan ketat dan pembagian akses pintu untuk mengatur arus sekitar 100-150 ribu jamaah.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5/2026), dengan mengenakan busana serba hijau yang senada dengan putra sulungnya, Jan Ethes Srinarendra. Keduanya tiba di kompleks masjid sekitar pukul 06.51 WIB, dan salat dimulai tidak lama setelahnya.
Kehadiran Gibran di Istiqlal menjadi salah satu sorotan karena bertepatan dengan absennya Presiden Prabowo Subianto yang tengah menjalankan kunjungan kenegaraan di Paris. Presiden dijadwalkan menunaikan salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, sekaligus bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia di sana. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa Prabowo telah tiba di Bandara Orly pada Selasa pagi waktu setempat, setelah menempuh penerbangan 16 jam dari Jakarta. Kunjungan ini merupakan rangkaian agenda resmi yang telah direncanakan sejak 2025 dan sempat beberapa kali dijadwalkan ulang.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir di Istiqlal, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Kehadiran para pejabat tinggi ini mencerminkan tradisi tahunan yang juga menjadi ajang konsolidasi politik di tengah masyarakat.
Salat Idul Adha tahun ini mengusung tema "Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan", sejalan dengan kampanye ekoteologi dan teologi cinta yang digaungkan Kementerian Agama. Khatib salat, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. H. Hamdan Juhannis, menyampaikan khotbah berjudul "Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan". Tema ini relevan dengan isu lingkungan yang kian mendesak, mengajak umat untuk tidak hanya berbagi daging kurban tetapi juga menjaga kelestarian alam.
Pengamanan di Istiqlal diperketat dengan pemeriksaan oleh petugas gabungan, termasuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Panitia membagi akses pintu masuk menjadi dua kategori: jamaah pejalan kaki diarahkan melalui Gerbang Al-Fattah, As-Salam 1, dan As-Salam 2; sementara pengguna kendaraan pribadi masuk melalui Gerbang Al-Aziz dan Al-Mukmin menuju basement masjid. Kantong parkir tambahan disediakan di area Pertamina, Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Kantor Pos, belakang Gedung TNI AD, dan Gereja Katedral.
Suasana khidmat terasa di kalangan jamaah. Sofian (60), warga Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku bersyukur bisa beribadah di Istiqlal tahun ini bersama kedua anaknya yang merantau di Malaysia. "Tahun-tahun sebelumnya, saya biasanya melaksanakan shalat di masjid lingkungan tempat tinggal hanya dengan istri," ujarnya. Kisah seperti ini menjadi pengingat bahwa momen Idul Adha sering menjadi ajang reuni keluarga dan penguatan ikatan sosial.
Dengan absennya Presiden di dalam negeri, peran Wakil Presiden Gibran menjadi semakin sentral dalam menjaga tradisi kenegaraan. Sementara itu, kunjungan Prabowo ke Paris diharapkan memperkuat hubungan bilateral dan membuka peluang investasi. Pertanyaan yang mengemuka: akankah momen Idul Adha ini menjadi titik awal normalisasi agenda luar negeri yang sempat tertunda, atau justru menimbulkan dinamika politik baru di dalam negeri?



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557592/original/054383800_1776339190-IMG_2023.jpeg)