Bahlil Lahadalia Penasaran dengan Pencipta Lagu 'Mas Bahlil Ganteng', Siap Bertemu
Baca dalam 60 detik
- Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan ingin bertemu langsung dengan kreator lagu viral 'My Little Bolu Ketan' yang memuji dirinya.
- Bahlil mengapresiasi kreativitas netizen namun mengingatkan agar konten media sosial tidak mengandung unsur SARA.
- Langkah ini dinilai sebagai strategi politik untuk mendekati generasi muda sekaligus mengelola citra di era digital.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557592/original/054383800_1776339190-IMG_2023.jpeg)
Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan pencipta lagu viral "My Little Bolu Ketan" yang menyanjungnya dengan lirik "Mas Bahlil Ganteng". Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah video yang diunggah oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam video tersebut, Bahlil mengaku penasaran dengan sosok di balik lagu yang mendadak populer di media sosial itu. "Saya minta tolong untuk mengundang, kalau yang bersangkutan berkenan. Saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan, karena penasaran juga saya," ujarnya. Bahlil menegaskan bahwa kemunculan lagu tersebut murni spontan dan ia tidak mengetahui sebelumnya. "Saya sendiri enggak tahu, dan itu alami sekali," tambahnya.
Meski mengapresiasi kreativitas warganet, Bahlil tetap memberikan catatan. Ia mengingatkan agar setiap konten di media sosial tidak melanggar batas-batas SARA. "Di era demokrasi, media sosial penting, namun harus digunakan secara terukur. Jangan sampai masuk ke SARA, karena itu bisa memicu perpecahan," tegas Bahlil. Baginya, kreativitas tetap harus dihargai selama berada dalam koridor yang baik dan benar.
Bahlil juga menyadari bahwa menjadi pejabat publik berarti harus siap menerima kritik dan masukan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui lagu. "Ya risiko pejabat publik harus menerima semuanya," pungkasnya. Sikap ini mencerminkan pemahaman bahwa di era digital, interaksi antara pemimpin dan rakyat tidak lagi terbatas pada forum formal, melainkan juga melalui budaya populer.
Fenomena ini menarik diamati dalam konteks politik Indonesia. Di satu sisi, respons positif Bahlil terhadap lagu pujian menunjukkan kedekatannya dengan budaya anak muda. Namun, di sisi lain, ia juga harus berhati-hati agar tidak terkesan hanya merespons sanjungan. Langkah Bahlil untuk mengundang kreator lagu dapat dilihat sebagai upaya membangun citra yang lebih humanis dan mudah didekati, sekaligus memanfaatkan momentum viral untuk memperkuat basis dukungan.
Ke depan, pertemuan antara Bahlil dan pencipta lagu "Mas Bahlil Ganteng" akan menjadi sorotan. Akankah pertemuan itu menghasilkan kolaborasi lebih lanjut, atau sekadar menjadi momen seremonial? Yang jelas, respons cepat Bahlil terhadap tren media sosial menunjukkan bahwa politisi semakin sadar akan kekuatan platform digital dalam membentuk opini publik.



