Napoli Alihkan Target ke Vincenzo Italiano Usai Allegri Dipecat Milan
Baca dalam 60 detik
- Napoli mengubah prioritas pelatih setelah Max Allegri dipecat AC Milan, meski sebelumnya ia menjadi kandidat utama.
- Vincenzo Italiano, yang masih terikat kontrak dengan Bologna, kini menjadi incaran utama berkat gaya sepak bola proaktif.
- Keputusan ini mencerminkan strategi Presiden De Laurentiis yang enggan mengambil pelatih berstatus free agent setelah pemecatan.

Napoli dilaporkan mengalihkan fokus perburuan pelatih kepala ke Vincenzo Italiano menyusul pemecatan Max Allegri oleh AC Milan. Keputusan ini muncul hanya beberapa jam setelah musim Serie A berakhir, menandai perubahan cepat dalam dinamika bursa pelatih Liga Italia.
Sebelumnya, Allegri menjadi favorit kuat untuk menggantikan Antonio Conte yang hengkang dari Napoli secara mutual. Bahkan, Allegri dikabarkan telah beberapa kali bertemu dengan direktur klub Giovanni Manna untuk membahas kemungkinan kerja sama. Namun, situasi berubah drastis setelah Milan memecat Allegri, membuatnya menjadi pelatih tanpa klub. Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis justru menilai status free agent tersebut mengurangi daya tarik Allegri.
Menurut pakar transfer Sportitalia, Alfredo Pedullà, Napoli kini meningkatkan upaya untuk merekrut Italiano yang masih terikat kontrak dengan Bologna. Italiano sebelumnya sukses membawa Bologna meraih kemenangan mengejutkan 3-2 atas Napoli di kandang lawan pada awal bulan ini, membuktikan efektivitas taktik ofensifnya. Pelatih asal Italia itu juga pernah menangani Fiorentina dan telah lama dikaitkan dengan posisi pelatih Napoli.
Italiano dijadwalkan bertemu dengan direksi Bologna dalam waktu dekat untuk membahas langkah selanjutnya. Sementara itu, nama Andoni Iraola sempat disebut-sebut, namun Pedullà meyakini pelatih Bournemouth itu bukan opsi realistis bagi Napoli.
Keputusan Napoli ini menandai babak baru dalam perburuan pelatih Serie A yang semakin kompetitif. Dengan pendekatan yang lebih selektif, De Laurentiis tampaknya ingin memastikan bahwa pelatih anyar tidak hanya memiliki reputasi, tetapi juga filosofi yang selaras dengan ambisi jangka panjang klub.



