Janice Tjen Tembus Perempat Final DC Open, Asa Tenis Indonesia di Panggung WTA
Baca dalam 60 detik
- Petenis putri Indonesia Janice Tjen bersama Shuai Zhang menundukkan pasangan Kamilla Rakhimova/Fang Hsien Wu dua set langsung di WTA 500 Mubadala Citi DC Open.
- Kemenangan ini membawa Tjen/Zhang ke babak delapan besar turnamen lapangan keras yang menjadi ajang pemanasan menuju Grand Slam US Open.
- Pada perempat final, Tjen/Zhang akan menunggu pemenang antara pasangan Kato/Olmos dan Mihalikova/Watson, membuka peluang sejarah bagi tenis Indonesia.

Petenis putri Indonesia Janice Tjen kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan melangkah ke perempat final nomor ganda WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C., Selasa (28/7/2026) waktu setempat. Berduet dengan mantan juara Grand Slam asal China, Shuai Zhang, ia sukses menghentikan perlawanan pasangan Kamilla Rakhimova (Rusia) dan Fang Hsien Wu (Taiwan) dalam pertarungan sengit dua set langsung.
Tjen/Zhang mengamankan tiket ke delapan besar setelah menumbangkan lawannya dengan skor 6-3, 6-4 dalam tempo satu jam 13 menit. Sebagai unggulan ketiga, mereka tampil dominan sejak awal. Pada set pertama, pasangan Indonesia-China itu sempat tertinggal 1-1 sebelum akhirnya merebut keunggulan 3-1 dan menutup set dengan 6-3. Di set kedua, mereka melesat cepat unggul 2-0, lalu menjauh 5-1. Meski lawan sempat mendekat menjadi 4-5, Tjen/Zhang tetap tenang dan memastikan kemenangan pada set kedua 6-4.
Kemenangan ini bukan sekadar langkah maju di turnamen, melainkan juga bukti konsistensi Janice Tjen di level WTA. Sebelumnya, ia bersama Zhang sudah melenggang mulus ke babak 16 besar tanpa kesulitan berarti. Turnamen lapangan keras di Washington ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open yang akan digelar akhir Agustus.
Pencapaian Janice Tjen ini menjadi angin segar bagi tenis Indonesia yang jarang menembus babak akhir turnamen WTA. Sejak era Yayuk Basuki dan Angelique Widjaja, belum banyak petenis putri Tanah Air yang mampu bersaing di level elite. Kolaborasinya dengan Shuai Zhang, mantan juara ganda Grand Slam, terbukti efektif. Zhang yang kaya pengalaman mampu membimbing Tjen melewati tekanan di momen-momen krusial.
Di babak perempat final, Tjen/Zhang masih harus menunggu hasil pertandingan antara pasangan Kato Miyu (Jepang)/Giuliana Olmos (Meksiko) melawan Tereza Mihalikova (Slovakia)/Heather Watson (Britania Raya). Jika mampu melewati hadangan itu, pasangan Indonesia-China ini berpeluang besar menembus semifinal dan menggenggam tiket menuju partai puncak. Peluang sejarah terbuka lebar: belum ada petenis Indonesia yang pernah menjuarai turnamen WTA level 500.
Dengan permainan agresif dan chemistry yang terus matang, Janice Tjen berpotensi menjadi penerus tradisi tenis Indonesia di panggung dunia. Pertandingan perempat final dijadwalkan berlangsung Kamis (30/7/2026). Akankah Janice Tjen mampu menuliskan babak baru dalam sejarah tenis nasional?



