Bologna Tunjuk Domenico Tedesco: Eks Pelatih Timnas Belgia Gantikan Vincenzo Italiano
Baca dalam 60 detik
- Bologna sepakat rekrut Domenico Tedesco sebagai pelatih baru, menggantikan Vincenzo Italiano yang hengkang pekan ini.
- Tedesco, 40 tahun, punya pengalaman melatih di Jerman, Rusia, Turki, dan sempat menukangi timnas Belgia pada 2023-2025.
- Kesepakatan sudah mencapai prinsip dasar; negosiasi tinggal merampungkan detail akhir kontrak.

Bologna bergerak cepat mengisi kursi pelatih yang ditinggalkan Vincenzo Italiano. Klub Serie A itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Domenico Tedesco, pelatih asal Italia kelahiran Jerman yang sebelumnya menangani Fenerbahce dan timnas Belgia.
Menurut laporan Sky Sport Italia, kedua pihak sudah menyetujui prinsip dasar kerja sama. Negosiasi kini memasuki tahap finalisasi, dengan beberapa detail kontrak terakhir yang masih dirundingkan. Langkah ini diambil hanya sehari setelah Bologna berpisah dengan Italiano secara sepakat pada Kamis lalu.
Italiano meninggalkan Stadio DallโAra setelah dua musim menukangi Bologna. Meski tidak disebutkan secara gamblang, performa tim yang kurang konsisten di musim 2025-26 menjadi salah satu faktor perpisahan tersebut. Kini, manajemen Bologna mengarahkan pilihan pada Tedesco yang dinilai memiliki rekam jejak internasional solid.
Jurnalis transfer Alfredo Pedullร dari Sportitalia mengungkapkan bahwa Tedesco sudah masuk dalam radar Bologna sejak beberapa bulan terakhir. Ketertarikan itu bukan tanpa alasan. Tedesco dianggap mampu membangun permainan modern dengan pendekatan taktis fleksibel, sesuatu yang dibutuhkan Bologna untuk bersaing di papan atas Serie A.
Pengalaman Tedesco menangani timnas Belgia, meski hanya dua tahun, memberinya perspektif berbeda dalam mengelola skuat multi-nasional. Sebelumnya, ia juga sempat menangani Spartak Moscow dan Fenerbahce, dua klub dengan tekanan tinggi. Catatan finis runner-up Liga Turki 2025-26 bersama Fenerbahce menunjukkan kemampuannya membawa tim bersaing hingga akhir musim.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Bologna merekrut pelatih dengan latar belakang Jerman-Italia ini menarik dicermati. Serie A semakin sering menjadi destinasi pelatih muda bertalenta, dan Tedesco bisa menjadi contoh bagaimana karier kepelatihan dibangun lintas negara. Jika sukses, ia berpotensi membuka jalan bagi lebih banyak pelatih diaspora Italia-Jerman di kancah Eropa.
Dengan pengalaman di berbagai liga dan level kompetisi, Tedesco diharapkan membawa angin segar bagi Bologna. Pertanyaan besarnya: mampukah ia mengadaptasi gaya sepak bola Italia yang kental taktik dan disiplin? Atau justru pendekatan Jermannya yang agresif akan menjadi pembeda? Jawabannya akan mulai terlihat saat musim depan bergulir.



