Red Canary CSO Keith McCammon Ungkap Strategi Keamanan Siber di Era Ancaman Modern
Baca dalam 60 detik
- Keith McCammon, CSO dan Co-Founder Red Canary, membagikan pandangannya tentang evolusi ancaman siber dan pentingnya deteksi dini.
- Ia menekankan kolaborasi antara tim keamanan dan bisnis sebagai kunci menghadapi serangan yang semakin canggih.
- Red Canary fokus pada pendekatan berbasis data untuk memperkuat pertahanan organisasi di tengah keterbatasan sumber daya.

Keith McCammon, Chief Security Officer sekaligus Co-Founder Red Canary, menyoroti perubahan lanskap keamanan siber yang semakin kompleks. Dalam wawancara eksklusif, ia mengungkapkan bahwa pendekatan tradisional tidak lagi cukup untuk menghadapi ancaman yang terus berevolusi. McCammon menekankan perlunya strategi proaktif yang mengintegrasikan teknologi, proses, dan sumber daya manusia secara sinergis.
Menurut McCammon, salah satu tantangan terbesar adalah volume alarm keamanan yang terus meningkat, sementara tim keamanan seringkali kekurangan personel. "Kita tidak bisa hanya mengandalkan deteksi manual. Otomatisasi dan analitik cerdas menjadi keharusan untuk memisahkan sinyal dari kebisingan," ujarnya. Red Canary sendiri mengembangkan platform yang menggabungkan machine learning dengan keahlian analis untuk mempercepat respons insiden.
McCammon juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas departemen. "Keamanan bukan hanya tanggung jawab tim IT, tetapi harus menjadi bagian dari budaya perusahaan," tegasnya. Ia mencontohkan bagaimana kerja sama dengan tim hukum, HR, dan manajemen risiko dapat memperkuat postur keamanan secara keseluruhan. Red Canary mendorong klien untuk mengadopsi framework seperti MITRE ATT&CK guna menyelaraskan deteksi dengan taktik penyerang.
Dalam konteks regulasi, McCammon menilai bahwa kepatuhan terhadap standar seperti GDPR dan CCPA seharusnya menjadi dasar, bukan tujuan akhir. "Banyak organisasi hanya fokus pada checklist kepatuhan, padahal ancaman nyata seringkali berada di luar cakupan audit," katanya. Ia merekomendasikan pendekatan berbasis risiko yang dinamis, di mana prioritas keamanan disesuaikan dengan profil ancaman spesifik organisasi.
Menutup diskusi, McCammon optimistis bahwa industri keamanan siber akan terus berinovasi. "Kita sedang menuju era di mana AI dan otomatisasi akan menjadi mitra utama analis manusia, bukan pengganti," pungkasnya. Red Canary berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi yang memberdayakan tim keamanan di tengah keterbatasan anggaran dan tenaga ahli.



