Wan-Bissaka dan Wissa Masuk Skuad DR Congo untuk Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Bek West Ham Aaron Wan-Bissaka dan penyerang Newcastle Yoane Wissa masuk dalam skuad DR Congo untuk Piala Dunia.
- Wan-Bissaka, yang sempat membela Inggris U-21, beralih kewarganegaraan pada Agustus 2025 dan kini memiliki sembilan caps bersama Leopards.
- DR Congo tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan, negara yang terakhir tampil di Piala Dunia pada 1974 saat masih bernama Zaire.

Tim nasional DR Congo resmi mengumumkan skuad untuk putaran final Piala Dunia mendatang. Dua nama menonjol yang masuk dalam daftar panggilan pelatih Sebastien Desabre adalah Aaron Wan-Bissaka, bek West Ham United, dan Yoane Wissa, striker Newcastle United. Keduanya diharapkan menjadi tulang punggung tim yang akan berlaga di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan.
Wan-Bissaka, yang lahir di Croydon, Inggris, sebelumnya pernah memperkuat timnas Inggris di level U-21 dan sempat dipanggil ke skuad senior pada 2019 tanpa mendapatkan kesempatan bermain. Pada Agustus 2025, pemain berusia 28 tahun itu memutuskan untuk mengalihkan kewarganegaraan sepak bolanya ke DR Congo. Sejak saat itu, ia telah mengoleksi sembilan caps bersama Leopards. Keputusan ini memberikan opsi tambahan bagi lini pertahanan DR Congo yang juga diperkuat oleh Axel Tuanzebe dari Burnley.
Sementara itu, Wissa kembali dipanggil setelah sempat absen pada Piala Afrika 2025. Penyerang 28 tahun itu bergabung dengan Newcastle dari Brentford pada musim panas lalu, namun performanya terganggu oleh cedera dan inkonsistensi. Meski demikian, Desabre tetap memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengisi lini depan yang juga dihuni oleh nama-nama seperti Cedric Bakambu dan Simon Banza.
Selain dua nama tersebut, Desabre juga memanggil kembali gelandang veteran Gael Kakuta. Pemain berusia 34 tahun yang pernah memperkuat Chelsea itu hanya tampil dua kali dalam dua tahun terakhir untuk DR Congo, namun pengalamannya dianggap berharga untuk menghadapi lawan-lawan berat di grup. Di lini tengah, ada juga Edo Kayembe dari Watford dan Noah Sadiki dari Sunderland yang diharapkan memberikan kreativitas.
Kabar kurang baik datang dari bek Hibernian, Rocky Bushiri, yang harus mundur karena cedera Achilles yang diduga serius. Ia digantikan oleh gelandang bertahan Kilmarnock, Aaron Tshibola. Sementara itu, kiper utama dipercayakan kepada Matthieu Epolo (Standard Liege), Timothy Fayulu (Noah), dan Lionel Mpasi (Le Havre).
DR Congo tergabung di Grup K yang berat bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan. Portugal adalah unggulan grup dengan skuad bertabur bintang, sementara Kolombia memiliki tradisi kuat di Amerika Selatan. Uzbekistan, meski dianggap underdog, tidak bisa diremehkan. Bagi DR Congo, partisipasi ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki catatan buruk di pentas dunia setelah 51 tahun absen.
Dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta baru, Leopards berharap bisa melangkah lebih jauh dari sekadar partisipasi. Langkah pertama adalah melewati fase grup, sebuah target yang realistis jika mereka mampu bermain disiplin dan memanfaatkan peluang yang ada.



