Tuchel Panggil Lagi Ivan Toney: Penyerang Cadangan atau Ancaman Nyata di Piala Dunia?
Baca dalam 60 detik
- Ivan Toney kembali masuk skuad Inggris setelah hampir setahun absen, menjadi salah satu kejutan dalam pengumuman tim Piala Dunia oleh Thomas Tuchel.
- Catatan gol Toney di Liga Arab Saudi—55 gol dalam 62 laga—lebih baik dari Cristiano Ronaldo, namun kualitas kompetisi di luar lima liga top Eropa masih dipertanyakan.
- Tuchel melihat Toney sebagai opsi spesifik untuk skenario mengejar gol, dengan keunggulan sebagai pengambil penalti kelas dunia dan kemampuan duel udara yang kuat.

Manajer timnas Inggris, Thomas Tuchel, secara mengejutkan memasukkan nama Ivan Toney dalam skuad Piala Dunia 2026 yang diumumkan Jumat lalu. Penyerang berusia 30 tahun yang kini membela Al-Ahli itu tidak pernah tampil untuk The Three Lions sejak menjadi pemain penggapi pada menit ke-88 saat kalah dari Senegal pada November 2024. Keputusan ini mengundang banyak spekulasi, terutama karena Toney hanya bermain tujuh menit di level internasional pasca-Euro 2024.
Tuchel mengakui bahwa pemanggilan Toney juga mengejutkan tim pelatih. Namun, ia menekankan bahwa setelah mempertimbangkan berbagai skenario, Toney kembali masuk dalam pertimbangan. “Saya mendapat masukan fantastis dari pelatih klubnya, Matthias Jaissle, yang pernah menjadi pemain saya. Laporan tentang peran, kemampuan, dan kebugarannya selalu positif,” ujar Tuchel dalam konferensi pers.
- 36 gol dalam 85 laga Premier League (rasio 0,42 per laga)
- 55 gol dalam 62 laga Saudi Pro League (rasio 0,89 per laga)
- Musim ini: 32 gol dalam 32 laga domestik, finis kedua di papan skor
- Konversi tembakan dan assist lebih baik dari Harry Kane di liga yang sama
- Rekam jejak penalti: 100% sukses di adu penalti Euro 2024 melawan Swiss
Statistik Toney di Arab Saudi memang mengesankan. Ia bahkan mengungguli Cristiano Ronaldo yang mencetak 53 gol dalam 60 penampilan di kompetisi yang sama. Namun, skeptisisme tetap muncul karena level persaingan di luar lima liga top Eropa belum teruji sepenuhnya. Meski begitu, Tuchel menilai angka-angka itu tetap relevan. “Kami bisa melihat ia terus mengumpulkan angka. Ia memiliki kemampuan khusus yang bisa membantu, terutama saat kami tertinggal,” tambahnya.
Keputusan Tuchel untuk memanggil Toney juga menunjukkan pergeseran filosofi dari era Gareth Southgate. Dengan hanya tiga penyerang tengah murni—Harry Kane, Ollie Watkins, dan Toney—dalam skuad 26 pemain, Tuchel jelas mengutamakan spesialisasi peran. Toney diharapkan menjadi opsi berbeda: ancaman di kotak penalti, penguasaan bola yang kuat, dan ketenangan dalam situasi penalti. “Ia bisa mengalihkan perhatian dari striker lain, memiliki kehadiran alami di kotak penalti, dan merupakan finisher alami. Ia juga sangat kuat dalam situasi bola mati,” papar Tuchel.
Perjalanan karier Toney penuh liku. Mulai dari akademi Northampton, enam kali dipinjamkan Newcastle, hingga akhirnya bersinar di Brentford dengan 20 gol di Premier League musim 2022-23. Namun, kariernya juga diwarnai kontroversi: larangan bermain delapan bulan karena 232 pelanggaran aturan taruhan FA pada 2023. Setelah kembali, ia sempat mencetak gol untuk Inggris dalam laga persahabatan melawan Belgia, sebelum akhirnya hengkang ke Al-Ahli dengan nilai transfer £40 juta dan gaji dilaporkan £400.000 per pekan setelah pajak.
Inggris akan memulai perjuangan di Grup L Piala Dunia melawan Kroasia pada 17 Juni mendatang. Dengan suhu ekstrem di Amerika Utara yang menjadi tuan rumah, pengalaman Toney bermain di iklim panas Arab Saudi bisa menjadi nilai tambah. Pertanyaannya, apakah ia akan sekadar menjadi pelapis Kane atau benar-benar menjadi pembeda saat dibutuhkan?



