Akhir Era Skotlandia di Anfield: Warisan Robertson dan Dalglish yang Tak Terputus
Baca dalam 60 detik
- Andy Robertson akan memainkan laga terakhirnya bersama Liverpool akhir pekan ini, menutup sembilan tahun karier yang dimulai dari divisi keempat Skotlandia.
- Bek kiri berusia 32 tahun itu mewarisi tradisi pemain Skotlandia di Liverpool yang dirintis legenda seperti Kenny Dalglish, dengan torehan 60 assist Premier League dan sembilan trofi besar.
- Setelah meninggalkan Anfield, Robertson fokus membawa Skotlandia ke Piala Dunia 2026 dan mengejar rekor caps Dalglish yang mencapai 102 penampilan.

Andy Robertson akan mengucapkan selamat tinggal kepada Anfield pada akhir pekan ini saat Liverpool menjamu Brentford di laga pamungkas Premier League musim 2025/26. Kepergian bek kiri Skotlandia itu menandai berakhirnya era panjang hubungan istimewa antara Liverpool dan pemain asal Skotlandia, sebuah ikatan yang telah berlangsung sejak era manajer legendaris Bill Shankly.
Robertson, yang bergabung dari Hull City pada 2017 dengan biaya transfer ยฃ8 juta, datang dari latar belakang yang sederhana. Empat tahun sebelumnya ia masih bermain di kasta keempat Skotlandia bersama Queen's Park. Namun, di bawah asuhan Jurgen Klopp dan kemudian Arne Slot, ia menjelma menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia, mendefinisikan ulang peran full-back modern dengan kontribusi ofensifnya.
Dalam wawancara eksklusif dengan BBC bersama Kelly Cates dan ayahnya, legenda Liverpool Kenny Dalglish, Robertson mengakui beban sejarah yang ia emban. "Saat pertama kali menandatangani kontrak, semua nama besar disebutkan kepada saya: ayahmu (Dalglish), Alan Hansen, Graeme Souness. Saya tahu penggemar Liverpool sangat menyukai pemain Skotlandia di tim mereka, dan biasanya itu membawa kesuksesan," ujarnya.
Dalglish, yang kini berusia 75 tahun, memuji kontribusi Robertson. "Anda telah membuat Liverpool dan Skotlandia bangga," katanya. Ia juga bercanda bahwa Robertson sebaiknya pensiun setelah Piala Dunia 2026, mengingat bek tersebut hanya butuh 10 caps lagi untuk menyamai rekor penampilan Dalglish bersama Skotlandia (102).
Namun, perjalanan Robertson di Liverpool tidak lepas dari tragedi. Musim panas lalu, rekan setimnya Diogo Jota meninggal dalam kecelakaan mobil. Robertson mengakui peristiwa itu sangat memengaruhi tim. "Kami tidak peduli dengan sepak bola. Manajer dan pelatih tidak bisa melakukan persiapan seperti biasa. Kami memulai musim dengan baik dalam keadaan sulit, tapi kemudian menjadi inkonsisten. Saya pikir itu sangat berpengaruh," tuturnya. Meski demikian, ia menolak menjadikan tragedi itu sebagai alasan untuk musim yang mengecewakan.
Liverpool mengakhiri musim di peringkat kelima, jauh dari ekspektasi setelah menghabiskan ยฃ415 juta untuk rekrutan baru musim panas lalu. Robertson mengakui timnya mengecewakan. "Kami tidak tampil cukup baik. Konsistensi, agresivitas, tekad โ semua yang membuat Liverpool menjadi Liverpool โ tidak ada," tegasnya.
Meski demikian, Robertson optimistis dengan masa depan klub. "Saya yakin grup pemain ini bisa membawa kesuksesan. Mereka hanya butuh waktu untuk beradaptasi," ujarnya. Ia juga memuji Arne Slot yang berhasil membawa Liverpool meraih gelar Premier League di musim pertamanya, menyamai rekor 20 gelar liga milik Manchester United.
Kepergian Robertson bersamaan dengan Mohamed Salah, yang juga akan memainkan laga terakhirnya di Anfield. Salah, yang bergabung di jendela transfer yang sama dengan Robertson, menempati peringkat ketiga daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool dengan 257 gol. Keduanya meninggalkan warisan yang luar biasa, meski musim ini berakhir dengan kekecewaan.
Setelah laga pamungkas, Robertson akan fokus memimpin Skotlandia di Piala Dunia 2026 โ penampilan pertama mereka di putaran final pria dalam 28 tahun. Ia bertekad untuk terus menorehkan prestasi, baik untuk klub maupun negara, melanjutkan tradisi panjang pemain Skotlandia yang telah memberikan dampak mendalam di Liverpool.



