Mariano Peralta Masuk Daftar Pemain Terbaik BRI Super League 2025/2026, Ini Faktor di Balik Konsistensinya
Baca dalam 60 detik
- Winger Borneo FC, Mariano Peralta, menjadi salah satu dari lima kandidat peraih gelar pemain terbaik BRI Super League musim ini berkat kontribusi gemilangnya.
- Pemain asal Argentina itu menegaskan bahwa pencapaian individu tidak lepas dari dukungan kolektif tim dan staf pelatih, menekankan esensi sepak bola sebagai olahraga tim.
- Dengan catatan 18 gol dan 13 assist, Peralta menjadi motor serangan Borneo FC yang masih berpeluang tipis merebut gelar juara di pekan pamungkas.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5521516/original/041240200_1772692097-persija_vs_borneo-2.jpg)
Mariano Peralta, winger Borneo FC Samarinda, resmi dinominasikan sebagai salah satu pemain terbaik BRI Super League 2025/2026. Pemain berdarah Argentina itu bersaing dengan Beckham Putra, Allano, Juan Villa, dan Federico Barba dalam perebutan penghargaan individu paling bergengsi musim ini.
Peralta mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai performa apiknya sepanjang musim merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim, bukan semata-mata kemampuan individu. "Tanpa dukungan staf dan rekan setim, saya tidak akan bisa berada di posisi ini. Sepak bola adalah olahraga tim, tidak ada yang bisa meraih penghargaan sendirian," ujarnya Jumat (22/5/2026).
- 18 gol dan 13 assist hingga pekan ke-33
- 72 peluang tercipta (chances created)
- 57 dribel sukses (successful dribbles)
- Kontribusi defensif solid untuk pemain sayap
Konsistensi Peralta menjadikannya favorit untuk memenangkan gelar pemain terbaik. Statistiknya menunjukkan peran vital sebagai kreator serangan sekaligus penyelesai akhir. Pelatih Fabio Lefundes sebelumnya menyoroti persaingan ketat di papan atas, di mana Borneo FC masih memiliki peluang juara meski tipis. Tim harus menang atas Malut United di laga pamungkas sambil berharap Persib Bandung kalah dari Persijap Jepara.
Peralta mengingatkan bahwa sepak bola bukanlah ajang individu. "Tidak ada yang bisa memenangkan penghargaan sendirian. Ini adalah olahraga tim," tegasnya. Sikap rendah hati ini mencerminkan budaya kolektif yang dibangun di Borneo FC musim ini.
Dengan torehan 18 gol dan 13 assist, Peralta menjadi pemain paling produktif dalam menciptakan peluang dan penyelesaian akhir. Selain itu, 72 chances created dan 57 dribel sukses menunjukkan kemampuannya membongkar pertahanan lawan. Kontribusi defensifnya juga patut diacungi jempol untuk seorang winger.
Ke depan, penghargaan individu ini bisa menjadi batu loncatan bagi Peralta untuk terus berkembang. Namun, fokus utamanya tetap membawa Borneo FC meraih hasil maksimal di sisa musim. Terlepas dari hasil akhir, musim ini telah menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain asing terbaik di kompetisi.



