Investasi AI Diragukan, Nikkei Anjlok Lebih dari 4 Persen pada Awal Sesi
Baca dalam 60 detik
- Bursa Tokyo mengalami aksi jual besar-besaran pada Selasa pagi, dengan Nikkei merosot 4,16% dipicu tekanan di saham semikonduktor.
- Kekhawatiran margin keuntungan investasi kecerdasan buatan memicu aksi jual yang meniru tren serupa di Wall Street.
- Pelemahan bursa Jepang berpotensi menekan sentimen investor regional, termasuk Indonesia yang memiliki kaitan ekspor dan investasi di sektor teknologi.

Indeks saham utama Jepang, Nikkei, ambles lebih dari empat persen pada awal perdagangan Selasa setelah tekanan jual di sektor semikonduktor merambat dari bursa Amerika Serikat, dipicu keraguan investor atas prospek keuntungan dari investasi kecerdasan buatan (AI).
Pada pukul 10.00 waktu setempat, Nikkei terpangkas 2.701,42 poin (4,16 persen) ke level 62.229,77 โ menandai penurunan terdalam dalam beberapa bulan terakhir. Indeks Topix yang lebih luas juga merosot 118,82 poin (2,92 persen) ke 3.947,25. Aksi jual menyasar terutama saham-saham di sektor peralatan listrik, logam non-besi, dan mesin, yang menjadi tulang punggung rantai pasok semikonduktor global.
Tekanan di Tokyo tidak lepas dari performa saham-saham teknologi AS sepekan terakhir. Laporan laba beberapa raksasa chip menunjukkan margin yang menipis seiring biaya tinggi untuk pengembangan AI, sementara pendapatan belum meningkat secara signifikan. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa ledakan AI mungkin tidak secepat yang diantisipasi pasar, sehingga investor mengambil posisi defensif.
Di pasar valas, yen bergerak stabil terhadap dolar AS. Dolar diperdagangkan di kisaran 163,77-79 yen, hampir tidak berubah dari level New York sebelumnya. Euro berada di $1,1369-1370, sedikit melemah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pergerakan mata uang ini mencerminkan sikap wait-and-see di tengah volatilitas ekuitas.
Bagi Indonesia, pelemahan bursa Jepang patut diwaspadai. Jepang merupakan mitra dagang utama dan investor signifikan di sektor manufaktur elektronik serta infrastruktur di Tanah Air. Jika tekanan berlanjut, aksi jual bisa merembet ke pasar Asia lainnya, termasuk IHSG, terutama pada saham-saham teknologi dan komoditas yang terkait dengan permintaan semikonduktor. Selain itu, volatilitas yen terhadap dolar AS dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah dan arus modal masuk.
โInvestor masih sangat sensitif terhadap berita negatif di tengah musim laporan laba,โ ujar seorang dealer di Tokyo, seperti dikutip kantor berita Kyodo. Sentimen ini diperkirakan akan berlangsung hingga ada kejelasan lebih lanjut soal prospek pendapatan perusahaan AI.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah koreksi ini bersifat sementara atau awal dari tren penurunan yang lebih dalam. Pasar akan mencermati rilis data ekonomi dan laporan laba emiten teknologi selanjutnya untuk menentukan arah. Jika optimisme terhadap AI kembali pulih, saham semikonduktor bisa bangkit lagi, tetapi bila keraguan menguat, bursa Tokyo berisiko melanjutkan penurunan.



