Kebakaran Hutan Landa Prancis-Spanyol: Lebih dari 325.000 Orang Mengungsi, Gelombang Panas Baru Mengintai
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran hutan di Prancis barat daya dan Spanyol tengah memaksa lebih dari 325.000 orang mengungsi, menjadikannya salah satu bencana terparah dalam beberapa dekade.
- Fenomena 'pyrocumulonimbus' muncul di Prancis untuk pertama kalinya, menciptakan angin dan petir yang memperparah api, sementara suhu diperkirakan mencapai 40ยฐC.
- Dua petugas pemadam kebakaran tewas di Prancis dan satu warga sipil di Spanyol; para pemimpin kedua negara menggelar rapat darurat.

Lebih dari 325.000 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka di Prancis dan Spanyol saat kobaran api yang dipicu oleh gelombang panas berkepanjangan meludeskan hutan di kawasan penghasil anggur Bordeaux dan sekitar Madrid. Bencana ini terjadi di puncak musim liburan musim panas, menghancurkan rencana liburan puluhan ribu wisatawan.
Di Prancis, kebakaran di wilayah Gironde sejak pekan lalu telah menghanguskan 42.000 hektar lahan โ tujuh kali luas Manhattan. Sekitar 220.000 orang dievakuasi, 45 perkemahan ditutup, dan impian liburan 40.000 orang sirna. Petugas pemadam kewalahan menghadapi api yang dipersenjatai angin kencang dan kondisi super-kering akibat minimnya hujan sejak Mei.
Federasi Pemadam Kebakaran Nasional Prancis melaporkan kemunculan pyrocumulonimbus, sebuah awan api raksasa yang mampu menciptakan angin dan petir sendiri, bahkan tornado kecil yang memicu kobaran baru. Juru bicara federasi, Eric Brocardi, menggambarkannya sebagai skenario Daud melawan Goliat: "Pada titik tertentu, kami akan menemukan titik lemah dan menyerang di sana." Fenomena ini belum pernah tercatat di Prancis sebelumnya.
Di Spanyol, Kepala Perlindungan Sipil Virginia Barcones menyebut api di sekitar Avila sebagai "monster" dengan perimeter 280 km yang membakar 77.000 hektar. Angin mendorong kobaran menjauhi Madrid ke selatan, namun memaksa evakuasi desa-desa di jalurnya. Sebanyak 75.000 orang diungsikan dari Madrid, Avila, Toledo, dan Castellon. Satu kematian warga sipil dilaporkan di Valencia pada Sabtu lalu.
"Semua orang harus keluar desa dengan cepat โ situasinya kritis dan orang-orang ketakutan. Saya dan suami pergi hanya dengan membawa dokumen penting dan beberapa pakaian," ujar Olga Congacha (50) kepada AFP di pinggir jalan di kawasan Madrid.
Presiden Prancis Emmanuel Macron akan menggelar rapat kabinet krisis, sementara Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengunjungi wilayah terdampak di Valencia. Prakirawan cuaca memperingatkan gelombang panas baru menerpa Prancis mulai Selasa dengan suhu mencapai 40ยฐC di beberapa area, memperparah upaya pemadaman.
Konteks Indonesia: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kerap dipicu oleh praktik pembukaan lahan dan musim kemarau panjang. Fenomena pyrocumulonimbus juga berpotensi terjadi di Sumatera dan Kalimantan saat karhutla parah, seperti yang pernah diamati pada 2019. Peningkatan frekuensi gelombang panas di Eropa menjadi pengingat bahwa perubahan iklim memperkuat siklus kebakaran โ sebuah ancaman yang juga dihadapi Indonesia jika tata kelola lahan gambut tidak diperketat. Selain itu, gelombang panas di Eropa dapat mengganggu rantai pasok anggur dan produk pertanian lain yang diimpor Indonesia, berpotensi mempengaruhi harga.
Para ilmuwan menegaskan perubahan iklim membuat peristiwa cuaca ekstrem seperti ini semakin sering dan intens. Di Gironde, Prefek setempat mengimbau wisatawan untuk mencari destinasi lain. Seorang penduduk, Georges Clivaz, dengan selang taman berusaha membasahi jalan di depan rumahnya di Saint-Jean-d'Illac: "Kami melakukan ini untuk memperlambat laju api; kami ingin menyelamatkan rumah kami. Tapi petugas pemadam mengatakan dalam dua atau tiga jam api akan tiba di sini."
Pertanyaan yang kini menggantung: apakah Prancis dan Spanyol mampu mengendalikan "monster" ini sebelum gelombang panas baru tiba? Dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan ekosistem serta kehidupan puluhan ribu warga yang kehilangan segalanya?



