Borja Herrera Puji Perjuangan Persijap Jepara Lepas dari Zona Degradasi: Empat Bulan Penuh Tekanan
Baca dalam 60 detik
- Borja Herrera, gelandang asing Persijap Jepara, menyebut perjalanan timnya keluar dari zona degradasi sebagai pengalaman empat bulan yang sangat intens dan penuh perjuangan.
- Bergabung pada paruh musim, Herrera menjadi bagian dari kebangkitan Persijap yang sempat mencatat rekor delapan laga tanpa kekalahan di putaran kedua.
- Kemenangan atas Persita Tangerang pada pekan ke-32 memastikan Persijap aman dari degradasi, meninggalkan posisi juru kunci di awal musim.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565519/original/050665900_1777027440-SaveGram.App_682051590_18436478374138386_4318806254745356158_n.jpg)
Gelandang asal Spanyol, Borja Herrera, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya berkarier di Indonesia bersama Persijap Jepara. Meski baru bergabung pada pertengahan musim, ia merasakan langsung ketatnya persaingan BRI Super League 2025/2026 dan bangga bisa membantu timnya keluar dari ancaman degradasi.
Herrera direkrut Persijap pada bursa transfer paruh musim saat tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu terpuruk di dasar klasemen dengan hanya sembilan poin dari 17 pertandingan. Kehadirannya bersama lima pemain asing anyar lainnya menjadi katalis kebangkitan tim asuhan Mario Lemos. Persijap perlahan merangkak naik, bahkan sempat mencatat rekor delapan laga beruntun tanpa kekalahan.
Puncaknya, pada pekan ke-32, kemenangan atas Persita Tangerang memastikan Persijap aman dari degradasi. Herrera menilai pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif selama empat bulan terakhir. “Empat bulan yang sangat intens. Kami berjuang bersama-sama, bersenang-senang bersama, dan berhasil mencapai tujuan sulit yang telah kami tetapkan sejak awal,” tulisnya di akun Instagram pribadi.
Meski demikian, perpisahan Herrera dengan suporter Persijap di laga kandang terakhir pekan ke-33 terasa kurang sempurna. Ia harus absen saat timnya menahan imbang Borneo FC 0-0 karena tidak masuk dalam skuad. Sebelumnya, ia juga melewatkan laga kontra Persita akibat akumulasi kartu kuning.
Herrera mengakui bahwa perjalanan ini memberinya kesempatan bertemu dengan orang-orang luar biasa yang membuat adaptasinya lebih mudah. “Sampai jumpa lagi, Jepara. Sampai jumpa lagi, Gelora Bumi Kartini. Terima kasih,” ucapnya penuh haru.
Kini Persijap masih menyisakan satu laga pamungkas melawan Persib Bandung pada pekan ke-34. Pertandingan tersebut akan menjadi penutup musim bagi Herrera dan rekan-rekannya, sekaligus menjadi ajang pamit bagi sang gelandang yang kontraknya belum diperpanjang.



