Politano Soroti Krisis Pembinaan Usia Muda di Sepak Bola Italia Usai Gagal ke Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia menjadi pukulan telak bagi generasi pemain di atas 30 tahun yang kehilangan kesempatan terakhir mereka.
- Politano mendorong reformasi fundamental sepak bola Italia dengan fokus pada pengembangan pemain muda di akademi klub-klub papan atas.
- Napoli harus berjuang keras di musim yang padat dan dihantam cedera, namun berhasil mengamankan tiket Liga Champions.

Matteo Politano, winger Napoli, secara terbuka mengakui bahwa kegagalan Timnas Italia melaju ke Piala Dunia masih menjadi luka yang sulit disembuhkan. Dalam wawancara dengan Radio CRC setelah Napoli memastikan tiket Liga Champions, Politano menyebut momen tersebut sebagai akhir dari perjalanan bagi generasi pemain yang sudah berusia di atas 30 tahun, termasuk dirinya. Ia menilai sudah saatnya sepak bola Italia melakukan perubahan mendasar dari akar rumput.
Politano menekankan bahwa masalah utama terletak pada minimnya pemain Italia yang dibina di akademi klub-klub besar. โKami mengeluh tidak memiliki pemain Italia, tetapi jika kami tidak mengembangkannya sendiri, akan sangat sulit,โ ujarnya. Menurutnya, restrukturisasi harus dimulai dari sektor pemuda dan fondasi pembinaan. Ia juga menyayangkan bahwa hanya sedikit pemain lokal yang menghuni akademi klub papan atas Serie A.
Di sisi lain, Politano juga membeberkan perjuangan Napoli sepanjang musim. Ia mengakui bahwa jadwal padat dan badai cedera sempat membuat tim kesulitan, bahkan terkadang hanya mampu menurunkan 11 pemain. Meski demikian, ia bangga dengan apa yang telah dibangun skuad dalam dua tahun terakhir. โKami selalu berusaha memberikan yang terbaik,โ tegasnya.
Politano juga memberikan pujian khusus kepada dua pemain baru di kubu Partenopei. Ia sangat terkesan dengan bakat muda Antonio Vergara yang dinilai memiliki keinginan besar dan karakter kuat. Sementara itu, ia menyesalkan minimnya kontribusi Kevin De Bruyne yang harus absen selama empat bulan karena cedera. โMemiliki pemain sekelas dia sangat penting, dan kami terlalu sedikit menikmati permainannya,โ ungkap Politano.
Pernyataan Politano ini menjadi pengingat bahwa sepak bola Italia membutuhkan transformasi sistemik, bukan hanya perbaikan jangka pendek. Reformasi pembinaan usia muda dan peningkatan jumlah pemain lokal di kompetisi domestik menjadi kunci agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.



