Bali United Bidik Kemenangan Pamungkas di Kandang Dewa United, Johnny Jansen Soroti Kultur Sepak Bola Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Bali United mengincar kemenangan di laga terakhir BRI Super League 2025/2026 melawan Dewa United untuk menutup musim dengan hasil positif.
- Pelatih Johnny Jansen mengapresiasi gairah sepak bola Indonesia, namun mengkritik kebiasaan protes berlebihan kepada wasit dan hilangnya struktur permainan di menit akhir.
- Bek Joao Ferrari menegaskan tim tetap fokus penuh meraih tiga poin meski laga tidak menentukan gelar juara.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6526784/original/023243500_1779382708-Gemini_Generated_Image_6vlj0t6vlj0t6vlj.jpg)
Bali United akan menutup perjalanan mereka di BRI Super League 2025/2026 dengan bertandang ke markas Dewa United di Banten International Stadium, Jumat malam (22/5/2026). Laga pamungkas ini menjadi momentum bagi Serdadu Tridatu untuk mengakhiri musim dengan kemenangan, setelah pekan lalu sukses membantai Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor telak 4-1. Sementara itu, Dewa United datang dengan modal kurang meyakinkan usai takluk tipis 0-1 dari Persis Solo yang tengah berjuang menghindari degradasi.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung menarik karena kedua tim memiliki gaya bermain ofensif. Meski tidak lagi berpengaruh pada perebutan gelar juara, laga ini tetap sarat gengsi bagi kedua kubu. Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku akan meliburkan skuadnya setelah pertandingan dan kembali ke Belanda untuk bertemu keluarga. Namun, ia menyempatkan diri untuk berbagi pengamatannya tentang sepak bola Indonesia yang dinilainya penuh gairah namun memiliki sektor yang perlu diperbaiki.
Johnny Jansen, yang sebelumnya menukangi PEC Zwolle di Belanda, menyoroti beberapa aspek unik dalam kultur sepak bola Indonesia. Ia mengaku sangat menikmati atmosfer suporter yang luar biasa dan semangat tinggi para pemain. Namun, ia juga menyoroti kebiasaan protes berlebihan kepada wasit yang kerap terjadi sepanjang pertandingan. “Selalu ada duel dengan wasit, selalu ada keluhan kepada wasit. Jujur, itu bukan sesuatu yang saya sukai, tetapi itulah realitas sepak bola di sini,” ucapnya.
Selain itu, Jansen mengamati bahwa banyak klub Indonesia kehilangan struktur permainan, terutama di menit-menit akhir pertandingan. Jarak antarlini yang terlalu jauh menciptakan ruang terbuka, sehingga sering tercipta gol-gol dramatis. “Pada akhir pertandingan, jarak antarlini sering menjadi terlalu jauh sehingga banyak ruang terbuka. Itu sebabnya banyak gol tercipta di menit-menit akhir,” jelasnya. Pengamatan ini menjadi catatan penting bagi perkembangan taktik sepak bola nasional.
Jansen juga berbagi pengalaman unik selama melatih di Indonesia, termasuk perjalanan tandang yang memakan waktu lama. Ia mengaku sempat merasa takut saat harus naik bus selama dua hingga tiga jam. “Jujur saja, lalu lintas di sini terkadang membuat saya takut,” katanya sambil tertawa. Meski demikian, pengalaman tersebut terbayar dengan sambutan hangat suporter, terutama saat bertandang ke kandang tim besar seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta.
“Ini pertandingan terakhir musim ini dan kami ingin menutupnya dengan hasil yang baik. Kami datang untuk meraih tiga poin.” — Joao Ferrari, bek tengah Bali United.
Bek tengah Bali United, Joao Ferrari, menegaskan bahwa timnya tetap mengincar kemenangan meski laga tidak lagi menentukan perebutan gelar. Ia memastikan seluruh pemain menjaga fokus penuh demi memberikan penampilan terbaik untuk para pendukung Serdadu Tridatu. “Kami selalu bermain untuk menang. Fokus kami tetap sama, bertarung sepanjang pertandingan dan memberikan yang terbaik,” tutupnya. Dengan semangat tersebut, Bali United diyakini akan tampil all-out di laga pamungkas.
Pertandingan ini juga akan menjadi ajang unjuk gigi bagi pemain-pemain kunci kedua tim. Dewa United diperkirakan akan menurunkan formasi 4-3-3 dengan Sonny Stevens di bawah mistar, serta trio lini depan Egy Maulana Fikri, Alex Martins, dan Taisei Marukawa. Sementara Bali United mengandalkan Mike Hauptmeijer sebagai kiper, serta duet Boris Kopitovic dan Irfan Jaya di lini serang. Laga ini diprediksi berjalan sengit dan berpotensi menghadirkan gol-gol menarik.



