Menekuni Seni dan Budaya Terkait dengan Penuaan Biologis yang Lebih Lambat, Studi UCL Menemukan
Baca dalam 60 detik
- Partisipasi rutin dalam aktivitas seni dan budaya dikaitkan dengan perlambatan laju penuaan biologis hingga 4% berdasarkan data jam epigenetik generasi terbaru.
- Efek positif ini sebanding dengan manfaat olahraga teratur, dengan penurunan usia biologis rata-rata satu tahun pada partisipan yang aktif secara kreatif setiap minggu.
- Para peneliti menekankan bahwa frekuensi dan keragaman kegiatan seni lebih penting daripada jenis aktivitas spesifik, namun studi observasional ini belum membuktikan hubungan kausal.

Sebuah studi terbaru dari University College London (UCL) yang diterbitkan dalam jurnal Innovation in Aging mengungkapkan bahwa keterlibatan aktif dalam kegiatan seni dan budaya berkaitan dengan laju penuaan biologis yang lebih lambat. Penelitian ini menganalisis data dari 3.556 partisipan berusia rata-rata 52 tahun yang diambil dari UK Household Longitudinal Study, dengan fokus pada hubungan antara kebiasaan berkesenian dan perubahan epigenetik pada DNA.
Tim peneliti menggunakan tujuh jam epigenetik yang berbeda, termasuk tiga jam generasi terbaru seperti DunedinPoAm, DunedinPACE, dan PhenoAge, untuk mengukur percepatan penuaan dan usia biologis. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang terlibat dalam kegiatan seni setidaknya tiga kali setahun memiliki laju penuaan 2% lebih lambat, sementara partisipasi bulanan dikaitkan dengan perlambatan 3%, dan kegiatan mingguan memberikan efek hingga 4% lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang jarang berpartisipasi. Menariknya, manfaat ini setara dengan efek positif dari olahraga teratur, di mana partisipan yang berolahraga mingguan juga menunjukkan perlambatan serupa.
Feifei Bu, PhD, penulis utama studi dari UCL, menjelaskan bahwa keterlibatan seni semakin dipandang sebagai perilaku kesehatan. Meskipun banyak penelitian sebelumnya menghubungkan seni dengan fungsi kognitif yang lebih baik dan penurunan gejala depresi, sedikit yang meneliti dampak biologisnya secara langsung. “Kami ingin melihat apakah manfaatnya tertanam secara biologis,” ujarnya. Bu menambahkan bahwa mekanisme yang mungkin mendasari hubungan ini termasuk pengurangan stres, peradangan, dan risiko kardiovaskular, yang semuanya terkait dengan penuaan epigenetik.
Pakar lain, Şebnem Ünlüişler dari London Regenerative Institute, menyoroti bahwa kegiatan yang menggabungkan berbagai manfaat sekaligus, seperti menari yang melibatkan gerakan, koordinasi, musik, dan interaksi sosial, mungkin sangat efektif. Sementara itu, dokter umum Opel Baker menekankan bahwa stres kronis dan isolasi adalah kontributor utama penuaan dipercepat, dan seni dapat menawarkan relaksasi, peningkatan suasana hati, serta rasa tujuan hidup. “Penelitian ini membingkai ulang kreativitas bukan sebagai kemewahan, melainkan sebagai sesuatu yang benar-benar dapat mendukung umur panjang,” kata Baker.
Meskipun temuan ini menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional dan belum membuktikan kausalitas. Tim UCL berencana untuk memvalidasi hasil ini di berbagai populasi dan negara, serta mengeksplorasi hasil biologis lain di luar jam epigenetik. Ke depannya, penelitian intervensi jangka panjang diperlukan untuk mengonfirmasi apakah keterlibatan seni secara aktif dapat memperlambat penuaan biologis dari waktu ke waktu, dan mekanisme mana yang paling bertanggung jawab, seperti pengendalian stres atau peningkatan neuroplastisitas.
Secara keseluruhan, para ahli sepakat bahwa temuan ini mendorong kita untuk lebih sering terlibat dalam kegiatan kreatif. Seperti disimpulkan Baker, “Penuaan yang sehat harus melibatkan kesejahteraan emosional, ketahanan kognitif, dan kualitas hidup di samping kesehatan fisik. Keterlibatan kreatif berpotensi mendukung semua area ini secara bermakna dan mudah diakses.”



