Gary Neville Kritik Martin Zubimendi: Bintang £60 Juta Arsenal Ini Dianggap 'Kepayahan' Selama Berminggu-minggu
Baca dalam 60 detik
- Gary Neville mengkritik keras Martin Zubimendi, menyebut gelandang £60 juta Arsenal tersebut telah tampil buruk dan "kepayahan" selama berminggu-minggu.
- Meski menang 1-0 atas Newcastle, lini tengah Arsenal dianggap kalah dominan (hanya 45% penguasaan bola) oleh trio gelandang Newcastle.
- Neville menyoroti masalah taktis di mana posisi Martin Odegaard dan Declan Rice terlalu sering bertumpuk dengan Zubimendi di area dalam, membuat aliran bola Arsenal tidak maksimal.

Meskipun Arsenal berhasil kembali ke puncak klasemen Premier League setelah kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle, performa lini tengah mereka mendapat sorotan tajam. Legenda Manchester United, Gary Neville, secara khusus mengkritik Martin Zubimendi yang dinilai telah kehilangan dominasinya dalam beberapa pekan terakhir.
Profil & Statistik Martin Zubimendi (Musim 2025/26):
- Nilai Transfer: £60 Juta (didatangkan dari Real Sociedad musim panas lalu).
- Penampilan: 50 penampilan di semua kompetisi.
- Starter Premier League: Memulai 33 dari 34 pertandingan liga musim ini.
- Isu Utama: Penurunan performa drastis dan ketidakmampuan mendikte permainan dalam laga besar.
Kritik Neville: "Ekspektasi Saya Lebih Tinggi"
Dalam podcast pribadinya, Gary Neville mengakui bahwa awalnya ia sangat terkesan dengan perekrutan Zubimendi. Namun, saat liga memasuki fase krusial, pemain asal Spanyol itu dianggap gagal menunjukkan otoritasnya sebagai jenderal lapangan tengah yang mampu mengatur ritme permainan.
"Anda memikirkan siapa sosok Pirlo, Paul Scholes, Rodri, atau Bernardo Silva—pemain yang bisa mendikte alur pertandingan, membuat Arsenal menguasai bola, dan mengatur tim dengan otoritas. Zubimendi tidak menunjukkan itu. Dia kepayahan dalam pertandingan dan sudah terjadi selama beberapa minggu sekarang," tegas Gary Neville.
Masalah Taktis di Lini Tengah Arsenal
Kemenangan di Emirates Stadium tersebut diwarnai dengan dominasi penguasaan bola Newcastle (55%) dibandingkan Arsenal (45%). Neville menyoroti adanya tabrakan peran antara Martin Odegaard, Declan Rice, dan Zubimendi yang membuat lini tengah The Gunners terasa sesak dan tidak efektif.
| Analisis Taktis Lini Tengah | Dampak di Lapangan |
|---|---|
| Posisi Terlalu Dalam | Odegaard dan Rice seringkali turun terlalu dalam untuk menjemput bola, padahal Zubimendi sudah berada di sana. Hal ini membuat rotasi posisi antar pemain tidak berjalan lancar. |
| Otoritas Penguasaan Bola | Lini tengah Newcastle (Tonali, Guimaraes, Willock) tampil lebih dominan dan lebih baik dalam menjaga ritme umpan dibandingkan trio Arsenal. |
| Ketajaman Lini Depan | Neville juga mengkritik Viktor Gyokeres yang gagal mengunci kemenangan lebih awal (skor 2-0) karena buruknya penyelesaian akhir dalam skema serangan balik. |
Kritik Neville ini senada dengan pendapat Jamie Carragher yang sebelumnya menyebut Zubimendi sedang melalui masa sulit. Kini, Mikel Arteta dituntut untuk segera membenahi koordinasi di lini tengahnya, terutama karena Arsenal akan segera bertandang ke markas Atletico Madrid untuk melakoni leg pertama semifinal Liga Champions pada Rabu mendatang.



