Pintu Kereta LRT Kelana Jaya Gagal Tutup, Rapid KL Tarik Armada untuk Investigasi
Baca dalam 60 detik
- Sebuah kereta Kelana Jaya Line ditarik dari operasi setelah pintu tidak bisa menutup sempurna saat perjalanan menuju Gombak.
- Rapid KL mengaktifkan prosedur keselamatan, menurunkan penumpang di Stasiun Taman Bahagia tanpa korban luka.
- Insiden ini menambah kekhawatiran tentang keandalan sistem perkeretaapian perkotaan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Rapid KL, operator transportasi kereta di Kuala Lumpur, menarik satu unit kereta LRT jalur Kelana Jaya dari layanan setelah ditemukan masalah teknis pada pintu yang gagal menutup rapat saat beroperasi, Minggu (26/7) lalu.
Insiden terjadi pukul 11.08 waktu setempat ketika kereta dalam perjalanan menuju Stasiun Gombak. Tim operasional mendeteksi adanya gangguan pada mekanisme pintu yang menghalangi proses penutupan sempurna. Setelah identifikasi, prosedur keselamatan langsung diaktifkan untuk melindungi penumpang.
Kereta kemudian diarahkan ke Stasiun Taman Bahagia, tempat seluruh penumpang diturunkan dengan selamat dan diminta melanjutkan perjalanan menggunakan kereta berikutnya. Tidak ada laporan korban luka dalam kejadian tersebut, demikian pernyataan resmi Rapid KL pada Senin (27/7).
Rapid KL menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama. โKami menangani setiap masalah yang melibatkan keselamatan penumpang dan operasi dengan serius,โ demikian bunyi pernyataan resmi operator. โInvestigasi terperinci sedang berlangsung untuk menentukan penyebab kegagalan teknis, termasuk pemeriksaan sistem pintu kereta sebelum perbaikan dilakukan.โ
โKami berkomitmen untuk memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam semua operasi perkeretaapian kami,โ โ Rapid KL.
Bagi pengguna kereta api di Indonesia, insiden serupa bukanlah hal asing. Kereta Commuter Line (KRL) di Jabodetabek kerap mengalami gangguan pintu, baik saat jam sibuk maupun di luar jam padat. Meski jarang menimbulkan cedera, kejadian tersebut sering memicu keterlambatan dan kekhawatiran penumpang akan standar perawatan sarana. Pengamat transportasi menilai bahwa insiden di Malaysia ini menjadi pengingat bagi operator di Indonesia untuk terus memperketat inspeksi dan pemeliharaan armada guna mencegah potensi risiko.
Ke depan, hasil investigasi Rapid KL akan menjadi perhatian banyak pihak. Apakah temuan teknis pada sistem pintu kereta LRT ini akan mendorong perubahan prosedur perawatan di jaringan rel lain? Pertanyaan itu layak dijawab demi memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi jutaan pengguna harian.



