Bobby Nasution: Semangat Juang 1945 Harus Bersinergi dengan Program Pembangunan Sumut
Baca dalam 60 detik
- Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta DHD 45 menyelaraskan nilai-nilai perjuangan dengan visi pembangunan daerah.
- Pelantikan pengurus DHD 45 periode 2026-2031 dijadwalkan sebelum peringatan HUT RI ke-81, menandai babak baru kolaborasi veteran-pemerintah.
- Sinergi ini diharapkan menanamkan semangat 1945 pada generasi muda sekaligus mendorong kemajuan Sumatera Utara.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mendorong Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 untuk tidak sekadar menjadi penjaga api perjuangan, melainkan juga mitra strategis dalam merealisasikan program pembangunan provinsi. Seruan itu disampaikan saat menerima pengurus DHD 45 Sumut di Kantor Gubernur, Senin pekan ini.
Organisasi yang mewadahi para veteran dan pejuang ini diminta mengintegrasikan semangat 1945 ke dalam setiap kebijakan daerah. โKita ingin segala program DHD 45 memiliki jiwa perjuangan yang dapat dikolaborasikan dengan visi dan misi pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,โ ujar Bobby.
Bobby menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan harus terus dirawat agar tidak tergerus zaman. Menurutnya, semangat juang 1945 bisa menjadi fondasi moral dalam membangun infrastruktur, ekonomi, dan sumber daya manusia di Sumut. โHal ini untuk menumbuhkan semangat juang di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan di Sumut,โ tambahnya.
Ketua Umum DHD 45 Sumut, Mayjen TNI (Purn) Muhammad Hasyim, dalam kesempatan yang sama memperkenalkan struktur kepengurusan baru dan sejumlah program kerja yang dirancang berbasis kolaborasi dengan pemprov. Ia menekankan pentingnya menjaga jiwa kemerdekaan di kalangan generasi muda yang menjadi penopang masa depan bangsa. โSemangat anak muda ini perlu terus kita galakkan, terlebih Sumatera Utara saat ini dipimpin oleh sosok gubernur yang juga mewakili generasi muda,โ ucap Hasyim.
Langkah ini menjadi ujian apakah DHD 45 mampu bertransformasi dari organisasi seremonial menjadi agen pembangunan yang relevan. Dengan kepengurusan baru yang akan dilantik tepat sebelum peringatan 17 Agustus, publik Sumut menanti sejauh mana sinergi ini mampu menghasilkan program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar retorika perjuangan. Apakah semangat 45 akan benar-benar berpadu dengan visi pembangunan modern, atau hanya menjadi slogan tahunan?



