Manchester City Jaga Asa 'Domestic Treble' dan Intip Celah Keunggulan Jadwal atas Arsenal
Baca dalam 60 detik
- Manchester City melaju ke final Piala FA empat kali beruntun setelah menang 2-1 atas Southampton, menjaga harapan meraih domestic treble.
- Pep Guardiola memberikan libur 3 hari kepada pemainnya, memberikan City keunggulan waktu istirahat sementara Arsenal harus bertanding di semifinal Liga Champions minggu depan.
- Statistik saat ini masih menjagokan Arsenal (72,44%) untuk menjuarai Premier League, namun City memiliki jadwal satu laga sisa lebih banyak yang bisa membalikkan keadaan.

Manchester City baru saja mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang mencapai final Piala FA selama empat musim berturut-turut setelah menaklukkan Southampton 2-1 di Wembley. Kemenangan ini menjaga mimpi Pep Guardiola untuk mengulang rekor domestic treble, di tengah persaingan sengit perebutan gelar Premier League dengan Arsenal.
Status Perburuan Gelar City:
- Piala FA: Melaju ke final pada 16 Mei melawan Chelsea atau Leeds United.
- Premier League: Tertinggal 3 poin dari Arsenal namun mengantongi satu tabungan pertandingan lebih banyak.
- Peluang Juara: Superkomputer Opta saat ini memberikan peluang 72,44% bagi Arsenal untuk menjuarai liga setelah kemenangan mereka atas Newcastle.
Drama di Wembley dan Mentalitas Juara
City sempat dikejutkan oleh gol spektakuler Finn Azaz pada menit ke-79 yang membuat skor sempat imbang. Namun, respon cepat dari Jeremy Doku dan Nico Gonzalez memastikan tempat mereka di final. Guardiola menekankan bahwa konsistensi mencapai final di berbagai kompetisi domestik—termasuk lima trofi Carabao Cup—adalah hal yang mendefinisikan identitas klubnya.
"Enam pertandingan—jika kami menang, kami akan sampai di sana. Jika kami kalah, semuanya berakhir... Sekarang [domestic treble] masih sangat, sangat jauh," ujar Pep Guardiola menanggapi tekanan jadwal yang ada.
Keunggulan Waktu Istirahat
Manajer asal Spanyol itu memberikan libur tiga hari bagi skuadnya untuk menyegarkan pikiran. Hal ini bisa menjadi keuntungan strategis karena Arsenal harus melakoni dua laga berat (melawan Atletico Madrid di Liga Champions dan Fulham di liga) sebelum City kembali merumput pada 4 Mei melawan Everton.
| Perbandingan Sisa Laga Premier League | Manchester City | Arsenal |
|---|---|---|
| Awal Mei | 4 Mei: Everton (A) | 2 Mei: Fulham (H) |
| Pertengahan Mei | 9 Mei: Brentford (H) 17 Mei: Bournemouth (A) |
10 Mei: West Ham (A) 17 Mei: Burnley (H) |
| Pekan Terakhir | 24 Mei: Aston Villa (H) | 24 Mei: Crystal Palace (A) |
Meskipun City melakukan delapan rotasi pemain saat melawan Southampton untuk menghindari risiko cedera pada bintang utama seperti Erling Haaland, mereka tetap mampu menunjukkan kedalaman skuad yang mumpuni. Faktor kebugaran fisik dan ketenangan mental dalam menghadapi "enam final" di sisa musim ini akan menjadi penentu utama apakah trofi liga akan tetap berada di Manchester atau berpindah ke London Utara.



