Kalah Cepat, AC Milan Gagal Amankan Karetsas – Dortmund Tebus €32 Juta
Baca dalam 60 detik
- Borussia Dortmund resmi mengontrak Konstantinos Karetsas dari Genk dengan biaya €32 juta plus bonus, mengalahkan AC Milan yang terlambat bergerak.
- Milan tidak bisa mengajukan tawaran sebelum menjual pemain, sementara Dortmund lebih agresif dengan membawa direktur olahraga langsung ke Belgia.
- Kepastian bermain di Liga Champions menjadi faktor kunci Karetsas memilih Dortmund, meninggalkan Milan yang justru sangat membutuhkan trequartista.

AC Milan harus mengakui kekalahan dalam perburuan gelandang muda Yunani, Konstantinos Karetsas, yang akhirnya memilih bergabung dengan Borussia Dortmund. Klub Bundesliga tersebut menyetujui kesepakatan senilai €32 juta plus bonus dengan KRC Genk, meninggalkan Rossoneri yang hanya bisa menjadi penonton.
Menurut sumber terpercaya, manajemen Milan sempat berupaya meyakinkan Karetsas melalui panggilan langsung dengan pelatih kepala Ruben Amorim dalam beberapa hari terakhir. Namun, upaya itu tidak cukup untuk mengimbangi agresivitas Dortmund yang langsung mengirim direktur olahraga Ole Book ke Belgia untuk merampungkan negosiasi.
Salah satu alasan utama kegagalan Milan adalah kondisi keuangan mereka yang belum memungkinkan untuk melakukan pembelian besar tanpa terlebih dahulu menjual pemain. Sementara itu, Dortmund hadir dengan tawaran konkret yang langsung diterima Genk setelah harga awal €40 juta turun ke angka akhir €32 juta plus bonus yang relatif mudah dicapai, termasuk klausul penjualan di masa depan.
Ketertinggalan Milan juga dipengaruhi oleh faktor non-finansial. Dortmund mampu menawarkan kepastian bermain di Liga Champions musim depan, sesuatu yang belum bisa dijamin Milan. Bagi pemain berusia 18 tahun yang berposisi sebagai trequartista—sebuah peran yang justru sangat dibutuhkan skuad asuhan Amorim—daya tarik panggung Eropa menjadi pertimbangan krusial.
Di Indonesia, pergerakan transfer pemain muda seperti Karetsas kerap menjadi perhatian bagi penggemar sepak bola Eropa. Kasus ini kembali mengingatkan bahwa klub-klub Italia seperti Milan kini harus bersaing ketat tidak hanya dengan raksasa Premier League, tetapi juga dengan klub Bundesliga yang memiliki reputasi sebagai tempat berkembang pemain muda. Jika Milan gagal berbenah, bukan tidak mungkin mereka akan terus kehilangan target di bursa transfer.
Ke depan, Milan harus segera melakukan evaluasi strategi transfer mereka. Kemampuan untuk menyelesaikan deal lebih cepat dan memastikan daya saing di kompetisi Eropa menjadi faktor penentu. Sementara itu, Dortmund kembali menunjukkan keahliannya dalam merekrut talenta muda potensial. Pertanyaannya, apakah Karetsas akan menjadi bintang berikutnya di Signal Iduna Park atau justru menjadi mimpi buruk yang terus menghantui Milan?



