Oliver Glasner Akui Sempat Berdiskusi Biarkan Liverpool Cetak Gol Setelah Kontroversi Gol Crystal Palace
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace mencetak gol kontroversial lewat Daniel Munoz saat kalah 3-1 dari Liverpool, di mana kiper The Reds, Freddie Woodman, sedang tergeletak cedera.
- Manajer Palace, Oliver Glasner, membela keputusan wasit yang mengesahkan gol tersebut, berargumen bahwa menghentikan laga untuk setiap benturan kiper akan merugikan fase serangan dalam sepak bola.
- Glasner mengungkapkan bahwa stafnya sempat berdiskusi untuk sengaja memberikan "gol bunuh diri" kepada Liverpool sebagai bentuk sportivitas, namun dibatalkan karena cedera Woodman terbukti tidak serius dan ia bisa melanjutkan pertandingan.

Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, akhirnya buka suara terkait gol kontroversial yang dicetak timnya saat menelan kekalahan 3-1 dari Liverpool di Anfield pada pertandingan Premier League akhir pekan lalu. Gol yang dicetak Daniel Munoz tersebut memicu protes keras dari para pemain dan pendukung tuan rumah.
Fakta Kunci Insiden Kontroversial Anfield:
- Momen Kejadian: Daniel Munoz mencetak gol pada menit ke-71 yang memperkecil ketertinggalan Crystal Palace.
- Pemicu Protes: Saat gol terjadi, kiper Liverpool Freddie Woodman sedang tergeletak di lapangan karena mengeluhkan cedera sesaat setelah melakukan penyelamatan.
- Keputusan Wasit: Wasit tidak menghentikan permainan dan tetap mengesahkan gol tersebut, memicu kemarahan publik Anfield yang menganggap tindakan Munoz tidak sportif.
Pembelaan Glasner Terhadap Keputusan Wasit
Meskipun mendapat kecaman luas, Glasner secara tegas membela keputusan wasit yang mengesahkan gol Munoz. Menurutnya, wasit hanya wajib menghentikan pertandingan seketika jika ia meyakini ada cedera yang sangat serius. Mengingat Woodman akhirnya mampu melanjutkan pertandingan, Glasner merasa keputusan play-on tersebut sudah tepat dan menuntut hal sebaliknya bisa membahayakan masa depan sepak bola itu sendiri.
| Pihak Terkait | Pandangan Terhadap Insiden |
|---|---|
| Pemain & Fans Liverpool | Menilai pertandingan harusnya dihentikan dan mengkritik Daniel Munoz atas perilaku yang dianggap tidak mengedepankan sportivitas (unsportsmanlike). |
| Oliver Glasner (Manajer) | Membela Munoz dengan mengklaim sang pemain menembak saat Woodman berusaha berdiri. Ia juga memperingatkan bahwa terlalu mudah menghentikan laga setiap kali kiper jatuh dalam duel akan merusak potensi fase serangan kedua (second phase) tim penyerang. |
Pertimbangan Memberikan "Gol Balasan" Secara Sengaja
Satu hal yang cukup mengejutkan, Glasner mengakui bahwa staf pelatih Crystal Palace di pinggir lapangan sebenarnya sempat berdiskusi untuk sengaja mencetak gol bunuh diri demi mengembalikan keunggulan dua gol Liverpool sebagai bentuk simpati. Namun, rencana sportif tersebut memiliki satu syarat mutlak yang tidak terpenuhi: cedera sang kiper harus terbukti serius.
"Sejujurnya kami sedang mendiskusikannya. Saya selalu mengatakan bahwa jelas jika kiper harus diganti, saya pasti akan [menginstruksikan] mencetak gol bunuh diri. Karena itu berarti ada cedera serius dan [mencetak gol ke gawang mereka] adalah hal yang salah. Namun dalam situasi ini, dia hanya merasakan sakit pada saat itu saja... seperti yang sering dialami kiper ketika mereka terkena benturan dari jarak dekat," ungkap Oliver Glasner.



