Kaitan Mengejutkan Diet Sehat dengan Kanker Paru pada Non-Perokok: Peneliti Soroti Residu Pestisida
Baca dalam 60 detik
- Riset USC menemukan kaitan antara diet tinggi sayur/buah dengan kanker paru pada non-perokok muda, yang diduga kuat disebabkan oleh paparan residu pestisida, bukan makanannya itu sendiri.
- Perempuan non-perokok paling terdampak dalam studi ini, kemungkinan karena pola makan yang lebih sehat (lebih banyak terpapar pestisida pada sayur) serta faktor hormon dan penggunaan kontrasepsi oral.
- Para ahli menekankan bahwa hasil ini adalah asosiasi awal dan masyarakat tetap diimbau makan serat sambil lebih memperhatikan kebersihan bahan pangan dari zat kimia.

Sebuah studi terbaru dari para peneliti di USC (University of Southern California) menemukan asosiasi yang mengejutkan: pola makan sehat yang kaya akan buah, sayur, dan biji-bijian utuh justru dikaitkan dengan tingkat kanker paru-paru onset dini yang lebih tinggi pada non-perokok, khususnya perempuan.
Fakta Kunci Temuan Studi:
- Bukan Makanan Penyebabnya: Peneliti menegaskan bahwa buah dan sayur itu sendiri tidak menyebabkan kanker. Tersangka utamanya adalah residu pestisida yang menempel pada produk pertanian tersebut.
- Target Kelompok: Tren peningkatan kasus terlihat pada non-perokok di bawah usia 50 tahun (young-onset lung cancer), di mana 78% dari kohort studi adalah perempuan.
- Faktor Kontrasepsi Oral: Studi juga menemukan bahwa penggunaan kontrasepsi oral jauh lebih tinggi pada partisipan perempuan dengan mutasi genetik kanker paru tertentu dibandingkan rata-rata populasi.
Data menunjukkan bahwa kelompok pasien kanker paru muda memiliki skor Indeks Makan Sehat (HEI) sekitar 65%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang dewasa AS yang hanya 57%. Mereka mengonsumsi lebih banyak sayuran hijau tua, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
"Di AS, perempuan cenderung memiliki diet yang jauh lebih sehat daripada laki-laki, dan ini mungkin berarti paparan relatif yang lebih besar terhadap kontaminan apa pun yang mungkin ada dalam biji-bijian, buah, dan sayuran," jelas Dr. Jorge Nieva, penulis utama studi tersebut.
Analisis Lingkungan dan Biologis
Para ilmuwan kini beralih fokus untuk meneliti dampak bahan kimia lingkungan terhadap kesehatan paru-paru. Berikut adalah poin-poin yang akan diselidiki lebih lanjut:
| Bidang Investigasi | Rincian Rencana Penelitian |
|---|---|
| Metabolit Pestisida | Mengukur sisa pestisida pada pasien kanker paru untuk memahami bahan kimia spesifik yang memicu mutasi. |
| Pengganggu Endokrin | Mempelajari bagaimana bahan kimia dalam pestisida mengganggu sistem hormon, terutama terkait reseptor estrogen pada mutasi EGFR. |
| Geografi & Regulasi | Melihat perbedaan wilayah dan zat kimia yang digunakan dalam pertanian di berbagai tempat. |
Meskipun temuan ini mencemaskan, para ahli medis tetap menyarankan masyarakat untuk tidak berhenti mengonsumsi makanan sehat. Diet buruk justru terbukti meningkatkan risiko obesitas dan kanker lainnya, seperti kanker payudara. Mencuci bersih bahan makanan atau memilih produk organik bisa menjadi langkah mitigasi sementara sembari menunggu riset lebih lanjut diterbitkan secara resmi.



