Ketegangan di La Liga mencapai puncaknya setelah kekalahan Barcelona dari Girona memicu perdebatan sengit mengenai konsistensi pengadil lapangan. Laporan dari SempreBarca pada 17 Februari 2026 mengungkapkan kemarahan besar di internal Barcelona terhadap wasit César Soto Grado. Fokus utama kemarahan ini adalah keputusan Soto Grado yang mengesahkan gol Girona di Montilivi, yang dianggap sangat kontras dengan keputusan yang ia buat sendiri saat menganulir gol Robert Lewandowski di Vallecas beberapa waktu lalu dalam situasi yang serupa.
Inkoneksitas Penegakan Aturan VAR
Barcelona merasa menjadi korban dari standar ganda yang diterapkan oleh wasit yang sama dalam dua laga berbeda. Di Montilivi, gol Girona tetap disahkan meski terdapat indikasi pelanggaran ringan atau gangguan dalam proses terjadinya gol. Ironisnya, saat Barcelona bertandang ke markas Rayo Vallecano (Vallecas), Soto Grado menganulir gol Lewandowski setelah meninjau VAR untuk insiden yang dianggap sangat minimal—sebuah tarikan pada Jules Koundé jauh sebelum gol tercipta. Fokus manajemen Barcelona saat ini adalah mempertanyakan kriteria interpretasi VAR yang tampaknya merugikan tim asuhan Hansi Flick.
Bagi Hansi Flick, meskipun ia secara publik menolak menggunakan wasit sebagai alasan utama kekalahan (seperti yang ia sampaikan dalam konferensi pers), secara internal tim merasa bahwa inkonsistensi ini telah merampas momentum penting mereka di jalur juara. Perbandingan visual antara insiden di Vallecas dan Montilivi kini menjadi viral di media sosial, memperkuat narasi ketidakadilan yang dirasakan publik Catalan. Fokus para pengamat kini tertuju pada komite teknis wasit (CTA) La Liga untuk memberikan klarifikasi mengapa insiden yang hampir identik bisa menghasilkan keputusan yang 180 derajat berbeda di bawah kepemimpinan wasit yang sama.
Ujian Bagi Integritas La Liga
Kontroversi ini menambah daftar panjang keluhan klub-klub besar terhadap penggunaan teknologi VAR di Spanyol. Fokus utama Barcelona sekarang adalah memastikan bahwa "ketidakadilan" ini tidak merusak fokus mental para pemain di sisa musim 2025/2026. Di tengah persaingan ketat dengan Real Madrid dan Girona di papan atas, setiap keputusan kecil dari wasit memiliki dampak besar pada hasil akhir klasemen. Barcelona dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengajukan nota keberatan resmi guna menuntut transparansi lebih besar dalam komunikasi VAR, demi menjaga sportivitas dan integritas kompetisi yang semakin memanas.




