Frenkie de Jong Alami Cedera Ligamen Lutut, Barcelona Khawatir Kehilangan Gelandang Andalan
Baca dalam 60 detik
- Barcelona mengonfirmasi Frenkie de Jong mengalami robekan ligamen lutut yang membuatnya absen beberapa pekan.
- Cedera tersebut didapat saat membela Belanda di Piala Dunia 2026, di mana ia bermain dengan perban tebal.
- De Jong dipastikan melewatkan awal musim LaLiga, termasuk laga pembuka melawan Elche pada 23 Agustus.

Barcelona harus menerima kabar buruk menjelang musim baru LaLiga. Gelandang andalan mereka, Frenkie de Jong, dipastikan absen selama beberapa pekan setelah didiagnosis mengalami robekan ligamen lutut. Cedera ini didapat saat pemain asal Belanda itu membela timnasnya di Piala Dunia 2026.
De Jong, 29 tahun, sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda masalah fisik selama turnamen. Ia tampil dengan perban tebal di lututnya saat Belanda akhirnya tersingkir di babak 32 besar setelah kalah adu penalti dari Maroko. Namun, cedera yang awalnya dianggap ringan ternyata lebih serius dari perkiraan awal.
Dalam unggahan di Instagram pada Kamis (24/7), De Jong mengonfirmasi bahwa ia mengalami robekan ligamen lutut. โCedera ini lebih serius dari yang diperkirakan sebelumnya. Untungnya, pada tahap ini tidak diperlukan operasi, dan saya kini fokus penuh pada pemulihan,โ tulisnya. Ia juga berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan yang diberikan.
Ketiadaan De Jong menjadi pukulan berat bagi Barcelona yang tengah bersiap mempertahankan gelar LaLiga untuk ketiga kalinya secara beruntun. Tim asuhan Hansi Flick dijadwalkan memulai musim dengan bertandang ke markas Elche pada 23 Agustus. Tanpa De Jong, lini tengah Blaugrana kehilangan kreator serangan utama yang juga piawai dalam bertahan.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, cedera De Jong menjadi perhatian tersendiri. Ia adalah salah satu gelandang top dunia yang kerap menjadi sorotan di Liga Champions dan LaLiga. Absennya De Jong tidak hanya memengaruhi performa Barcelona, tetapi juga mengurangi daya tarik laga-laga awal musim yang biasanya dinanti publik Tanah Air. Selain itu, pemain berpaspor Belanda ini juga menjadi idola banyak penggemar sepak bola Indonesia karena gaya bermainnya yang elegan dan visi lapangan yang tajam.
Analis sepak bola menilai bahwa tanpa De Jong, Barcelona harus mengandalkan pemain seperti Pedri atau Gavi untuk mengisi peran gelandang serang. Namun, keduanya memiliki karakteristik berbeda dengan De Jong yang lebih sering menjadi jangkar permainan. โIni tantangan besar bagi Hansi Flick. Ia harus meracik ulang strategi agar lini tengah tetap produktif,โ ujar seorang pengamat sepak bola Eropa.
Meski demikian, kabar baiknya adalah De Jong tidak memerlukan operasi. Proses pemulihan diperkirakan memakan waktu beberapa pekan, dan ia berpeluang kembali memperkuat Barcelona pada pertengahan musim. Namun, ketiadaan pemain sekaliber De Jong di awal musim bisa menjadi batu sandungan bagi ambisi Barcelona merebut gelar juara.
Pertanyaan besarnya, akankah Barcelona mampu bertahan tanpa De Jong di lini tengah? Atau justru cedera ini menjadi momentum bagi pemain muda untuk unjuk gigi? Musim baru LaLiga akan segera menjawabnya.



