Barcelona Rekrut Karim Adeyemi: Kecepatan Kilat Jadi Senjata Baru di Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Barcelona mengamankan tanda tangan winger Jerman Karim Adeyemi dari Borussia Dortmund dengan kontrak hingga 2031, memperkuat lini serang yang tengah direstrukturisasi.
- Transfer senilai โฌ22 juta plus bonus ini menyatukan kembali Adeyemi dengan pelatih Hansi Flick, yang memberinya debut timnas Jerman.
- Adeyemi, pemegang rekor kecepatan Bundesliga, diharapkan menjadi jawaban atas kepergian Robert Lewandowski dan Marcus Rashford.

Barcelona resmi mendatangkan winger timnas Jerman Karim Adeyemi dari Borussia Dortmund dengan kontrak berdurasi delapan tahun, hingga Juni 2031. Langkah ini menjadi sinyal ambisi raksasa LaLiga itu untuk meremajakan lini depan setelah ditinggal sejumlah pemain kunci pada bursa transfer musim panas ini.
Klub asal Catalan itu mengumumkan kesepakatan pada Kamis (23/7) tanpa merinci nilai transfer. Namun, media Spanyol dan Jerman melaporkan biaya awal mencapai โฌ22 juta (sekitar Rp388 miliar) ditambah bonus berdasarkan performa, serta klausul penjualan kembali. Angka tersebut tergolong murah untuk pemain berusia 24 tahun yang masih memiliki potensi besar.
Adeyemi bergabung dengan Dortmund pada 2022 dari Red Bull Salzburg dan mencatatkan 146 penampilan di semua kompetisi dengan 36 gol. Meski sempat mengalami pasang surut performa, kecepatan eksplosifnya tetap menjadi aset utama. Ia pernah memecahkan rekor kecepatan Bundesliga dengan torehan 36,65 km/jam saat Dortmund mengalahkan Freiburg 5-1 pada musim 2022-2023.
Kedatangan Adeyemi menjadi reuni dengan Hansi Flick, pelatih yang memberinya debut senior di timnas Jerman. Flick, yang kini menukangi Barcelona, diyakini akan memaksimalkan kecepatan sang winger untuk skema serangan balik cepat yang menjadi ciri khas tim asuhannya.
Barcelona memang tengah merombak lini depan secara besar-besaran. Robert Lewandowski hengkang ke Chicago Fire, sementara Marcus Rashford kembali ke Manchester United setelah masa peminjaman. Sebelum Adeyemi, mereka sudah mendatangkan Anthony Gordon dari Newcastle United. Dengan demikian, skuad asuhan Flick kini memiliki kombinasi pemain muda dan berpengalaman di sektor sayap.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Barcelona ini menarik untuk dicermati. Klub-klub Eropa mulai melirik pemain dengan profil kecepatan tinggi sebagai jawaban atas permainan yang semakin mengandalkan transisi. Adeyemi, yang memiliki darah Nigeria-Jerman, bisa menjadi role model bagi pemain muda Indonesia yang mengandalkan kecepatan. Selain itu, kehadirannya di Barcelona akan meningkatkan daya tarik LaLiga di mata penggemar Tanah Air.
Namun, tantangan menanti Adeyemi. Ia harus beradaptasi dengan tekanan bermain di klub sebesar Barcelona, yang menuntut konsistensi tinggi. Di Dortmund, ia kerap dikritik karena penyelesaian akhir yang kurang tajam. Flick diharapkan bisa mengeluarkan potensi terbaiknya, seperti yang ia lakukan terhadap pemain muda lainnya di timnas Jerman.
Ke depan, persaingan di lini depan Barcelona akan semakin ketat. Selain Adeyemi dan Gordon, masih ada Lamine Yamal, Raphinha, dan Ferran Torres. Pertanyaannya, mampukah Adeyemi merebut tempat inti dan menjadi andalan baru di Camp Nou?



