Borneo FC Melaju ke Perempat Final AFC Challenge League, Tantangan dari Filipina atau Myanmar Menanti
Baca dalam 60 detik
- Borneo FC memastikan tiket perempat final AFC Challenge League 2026/2027 setelah mengalahkan Taiwan City 3-1 dan Yangon United 2-0.
- Pesut Etam akan menghadapi runner-up Grup E, yang kemungkinan besar Manila Digger atau Shan United, dengan laga leg pertama dijadwalkan 11 Maret 2027.
- Keberhasilan ini menjadi sinyal kebangkitan sepak bola Indonesia di kompetisi Asia, meski tantangan dari wakil Filipina dan Myanmar tetap harus diwaspadai.

Borneo FC memastikan langkah ke perempat final AFC Challenge League 2026/2027 setelah menaklukkan Taiwan City 3-1 pada laga kedua Grup D di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (21/10/2026). Kemenangan ini melengkapi kesuksesan sebelumnya atas Yangon United 2-0, sekaligus mengukuhkan Pesut Etam sebagai juara grup dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Di babak perempat final, Borneo FC akan berhadapan dengan runner-up Grup E yang baru akan ditentukan pada laga terakhir antara Manila Digger dan Shan United di Thuwunna Stadium, Yangon, Sabtu (24/10/2026). Kedua tim saat ini sama-sama mengoleksi empat poin, dengan Manila Digger unggul selisih gol. Laga tersebut akan menjadi penentu siapa yang mendampingi juara grup ke fase gugur.
Manila Digger bukan lawan sembarangan. Klub asal Filipina ini merupakan juara Philippines Football League (PFL) 2025/2026 dan sempat mencoba peruntungan di kualifikasi AFC Champions League Two (ACL2) 2026/2027, meski akhirnya kalah dari Persib Bandung. Kegagalan itu membuat mereka turun kasta ke AFC Challenge League, tetapi status juara domestik tetap menunjukkan kualitas tim. Sementara itu, Shan United adalah jawara Myanmar National League 2025/2026 dengan pengalaman rutin di kompetisi Asia, meski catatan hasilnya belum menggembirakan.
Bagi Borneo FC, menghadapi salah satu dari dua tim tersebut tetap menuntut kewaspadaan. Manila Digger memiliki motivasi lebih setelah tersingkir dari ACL2, sementara Shan United punya pengalaman bertanding di level Asia yang bisa menjadi modal berharga. Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra, menegaskan timnya tidak akan memandang remeh lawan mana pun. "Kami harus tetap fokus dan mempersiapkan diri dengan baik. Setiap tim yang lolos ke perempat final pasti punya kualitas," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi klub.
Keberhasilan Borneo FC melangkah jauh di kompetisi Asia ini juga menjadi angin segar bagi sepak bola Indonesia. Setelah Persib Bandung dan Bali United sering menjadi wakil di kompetisi elite, kini Pesut Etam menunjukkan bahwa klub-klub Tanah Air mampu bersaing di level regional. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Perempat final yang digelar dua leg pada Maret 2027 akan menguji konsistensi dan kedalaman skuad Borneo FC, terlebih jika harus menghadapi jadwal padat domestik.
Jika mampu melewati rintangan di perempat final, Borneo FC akan melaju ke semifinal yang juga berlangsung dua leg pada 8 dan 15 April 2027. Peluang untuk menorehkan sejarah baru terbuka lebar. Akankah Pesut Etam mampu membuktikan diri sebagai kekuatan baru sepak bola Asia Tenggara? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.



