Elsweyr Expansion Hadirkan Kembali Ras Khajiit di Dunia Tabletop Elder Scrolls
Baca dalam 60 detik
- Chip Theory Games mengumumkan ekspansi Elsweyr untuk game tabletop The Elder Scrolls: Betrayal of the Second Era, membawa pemain menjelajahi tanah gurun Khajiit untuk pertama kalinya sejak 2014.
- Ekspansi ini menambah dua kelas baru, Thief dan Berserker, serta berbagai komponen fisik seperti peta baru, dadu keterampilan, dan kartu misi.
- Selain Elsweyr, dua ekspansi lain juga akan dirilis November mendatang, yaitu Fur and Fang dan Shadows of Oblivion, yang dapat dibeli terpisah atau dalam bundel.

Setelah lebih dari satu dekade tanpa judul utama baru, penggemar The Elder Scrolls akhirnya mendapatkan kabar segar—bukan dari video game, melainkan dari dunia tabletop. Chip Theory Games resmi mengumumkan Elsweyr Expansion, ekspansi untuk game papan The Elder Scrolls: Betrayal of the Second Era, yang akan membawa pemain menjelajahi tanah kelahiran ras Khajiit untuk pertama kalinya sejak The Elder Scrolls Online (2014).
Ekspansi ini dijadwalkan rilis November mendatang, hanya beberapa bulan setelah game dasar diluncurkan pada 2025. Keputusan untuk menghadirkan Elsweyr dalam format tabletop menjadi oase di tengah penantian panjang penggemar akan The Elder Scrolls 6, yang diperkirakan masih dua tahun lagi dan menjadi fokus utama Bethesda setelah gelombang PHK awal tahun ini.
Berbeda dari video game yang mengandalkan grafis dan eksplorasi real-time, Elsweyr Expansion menawarkan pengalaman taktis melalui komponen fisik. Pemain akan menjelajahi gurun pasir Elsweyr, menghadapi misi dan musuh baru, serta dapat memilih dua kelas tambahan: Thief dan Berserker. Setiap pembelian ekspansi mencakup peta baru, aksesori mat, dadu keterampilan kualitas tinggi, chip musuh, chip unit misi, kartu encounter, dan masih banyak lagi.
Langkah Chip Theory Games memperluas portofolio tabletop The Elder Scrolls bukan tanpa alasan. Sejak dirilis tahun lalu, Betrayal of the Second Era mendapat sambutan positif berkat mekanisme kampanye dunia luas yang memungkinkan satu hingga empat pemain berperan sebagai agen guild di Tamriel. Sistem pengembangan karakter melalui poin pengalaman juga menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan nuansa RPG yang kental di atas meja.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman eksplorasi yang terasa otentik, bahkan dalam format non-digital,” ujar perwakilan Chip Theory Games dalam pengumuman resminya, seperti dikutip Polygon. “Elsweyr adalah wilayah yang kaya akan budaya dan konflik, dan kami ingin pemain merasakannya melalui setiap komponen.”
Selain Elsweyr, dua ekspansi lain juga akan tersedia pada November: Fur and Fang, yang memperkenalkan aturan baru seputar kutukan vampirisme dan likantropi, serta Shadows of Oblivion, yang menambahkan interaksi dengan pangeran Daedric melalui berkah dan kutukan. Ketiganya dapat dibeli secara terpisah atau sebagai bundel, tetapi tetap membutuhkan game dasar yang saat ini sulit ditemukan di pasaran.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran ekspansi ini bisa menjadi angin segar bagi komunitas board game yang selama ini mengandalkan impor untuk mendapatkan judul-judul populer. Meski harga game dasar terbilang premium—setara Rp3,5 juta—antusiasme terhadap waralaba The Elder Scrolls cukup tinggi. Komunitas lokal sering menggelar sesi bermain bersama, dan ekspansi baru ini berpotensi memperpanjang umur permainan di meja para penggemar.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Chip Theory Games mampu menjaga momentum di tengah persaingan tabletop yang semakin ketat, terutama dengan munculnya judul-judul berbasis waralaba lain. Jika sukses, bukan tidak mungkin Elsweyr Expansion menjadi pintu masuk bagi ekspansi-ekspansi berikutnya yang menjelajahi seluruh penjuru Tamriel.



