Marmoush Menemukan Forma, Mathys Tel Terancam di Tottenham
Baca dalam 60 detik
- Omar Marmoush tampil impresif saat Tottenham mengalahkan Coventry, mencetak gol dan menjadi ancaman utama di lini depan.
- Perubahan taktik De Zerbi dengan menempatkan Marmoush sebagai penyerang kedua bersama Solanke membuahkan hasil, tetapi menggeser peran pemain sayap seperti Tel.
- Mathys Tel yang kesulitan mencetak gol sejak kedatangannya dari Bayern Munich kini menghadapi masa depan suram di Tottenham, mirip dengan nasib Erik Lamela dulu.

Omar Marmoush akhirnya menunjukkan kualitasnya bersama Tottenham Hotspur. Dalam pertandingan melawan Coventry, penyerang asal Mesir itu tampil sebagai penyerang kedua mendampingi Dominic Solanke dan mencetak gol indah dari luar kotak penalti. Performa tersebut menjadi titik terang di tengah kesulitan lini depan Spurs yang baru mencetak gol pertama setelah lima pertandingan Premier League.
Sejak bergabung dengan status pinjaman dari Manchester City dengan kewajiban membeli senilai ยฃ50-60 juta, Marmoush memang belum konsisten. Pelatih Roberto De Zerbi sempat menempatkannya di sayap kiri, posisi yang kurang ideal. Namun, perubahan formasi dengan dua penyerang membuat Marmoush lebih dekat ke gawang dan terbukti efektif. Kecepatan maksimalnya mencapai 35,2 km/jam, tercepat di tim, serta catatan dua tembakan tepat sasaran menjadi bukti ancaman nyata.
Keputusan De Zerbi mengubah sistem berdampak pada sejumlah pemain. Savio dan Mykhailo Mudryk yang beroperasi di sayap mungkin kurang cocok dengan formasi dua penyerang. Solanke, yang selama ini menjadi ujung tombak utama, juga terancam kehilangan posisi jika Marmoush terus tampil apik. Namun, yang paling terancam adalah Mathys Tel. Pemain muda Prancis itu memulai musim dengan harapan besar setelah tampil menjanjikan di pramusim, tetapi kini tersisih.
"Performa Marmoush melawan Coventry adalah yang terbaik sejauh ini. Golnya menunjukkan kualitas yang diharapkan sejak kedatangannya," ujar seorang pengamat Tottenham.
Tel, yang dibeli dari Bayern Munich seharga ยฃ30 juta, baru mencetak empat gol di musim debutnya. Musim ini, ia belum sekalipun terlibat dalam gol, meski sempat menunjukkan kemampuan menggiring bola. Nasibnya mirip dengan Erik Lamela, pemain sayap flamboyan yang dikenal inkonsisten. Setelah mencetak 11 gol pada 2015/16, Lamela tidak pernah lagi melewati enam gol per musim. Rata-rata golnya dalam lima musim berikutnya hanya 3,6 per tahun. Tel kini berada di jalur yang sama.
Dengan kedatangan Marmoush, ditambah keberadaan Mudryk, Savio, serta pemain cedera seperti Wilson Odobert dan Xavi Simons, ruang bagi Tel semakin sempit. Manajemen Tottenham disebut-sebut mulai mempertimbangkan untuk melepasnya, mengingat kontribusinya yang minim. Jika tren ini berlanjut, Tel bisa mengalami nasib serupa dengan Richarlison yang juga tersingkir dari rencana utama.
Ke depan, akankah Marmoush mampu mempertahankan konsistensi dan menjadi penyerang utama Tottenham? Ataukah ini hanya performa sesaat sebelum kembali menurun? Sementara itu, Mathys Tel perlu segera membuktikan diri jika tidak ingin karirnya di London Utara berakhir prematur. Pertarungan di lini depan Spurs akan semakin sengit, dan keputusan De Zerbi dalam beberapa pekan mendatang akan menentukan arah tim.



