Amar Brkic Cetak Gol Perdana untuk Borneo FC di AFC Challenge League, Modal Berharga Timnas U-20
Baca dalam 60 detik
- Amar Brkic mencetak gol pertamanya untuk Borneo FC pada laga kedua, membantu tim menang 3-1 atas Tainan City.
- Gol tersebut menjadi penentu kemenangan dan menjaga Borneo FC di puncak klasemen Grup D dengan enam poin.
- Performa Brkic di level klub memperkuat persaingan di Timnas U-20 menjelang agenda internasional mendatang.

Gol perdana Amar Brkic untuk Borneo FC Samarinda tercipta di panggung antarklub Asia. Pemain berusia 19 tahun itu masuk sebagai pengganti dan menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-1 atas Tainan City pada laga ketiga Grup D AFC Challenge League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (21/10/2026) malam WIB.
Brkic baru menjalani dua pertandingan bersama Borneo FC. Debutnya terjadi saat tim menang 2-0 atas Yangon United pada matchday pertama. Pada laga kedua melawan Tainan City, ia masuk pada menit ke-62 menggantikan Rei Okada dan menuntaskan penampilannya dengan gol pada menit ke-82 melalui tendangan keras kaki kiri.
Kemenangan ini tidak datang tanpa hambatan. Borneo FC tertinggal lebih dulu pada menit ke-11 setelah Kim Sang-jun membobol gawang tuan rumah. Juan Villa menyamakan kedudukan pada menit ke-51, lalu Kablan Davy N'Goma membalikkan keadaan menjadi 2-1 sebelum gol Brkic memastikan tiga poin.
Bagi Borneo FC, kontribusi Brkic menjadi sinyal positif dalam rotasi skuad. Pelatih memiliki opsi tambahan di lini depan, terutama saat menghadapi jadwal padat turnamen Asia. Gol tersebut juga memperlihatkan adaptasi cepat pemain muda yang baru merasakan kompetisi senior.
Dari kacamata Timnas Indonesia, penampilan Brkic memperkuat kedalaman skuad U-20. Sejak 2023 ia rutin dipanggil tim usia muda, termasuk saat membela U-17 di Piala Dunia U-17 2026. Promosi ke U-20 tahun ini memberinya panggung untuk mengasah ketajaman sebelum agenda internasional berikutnya.
โGol ini membuktikan Brkic mampu bersaing di level senior, meski masih berstatus pemain muda,โ ujar seorang pengamat sepak bola nasional, menanggapi performa Brkic.
Keberhasilan Brkic juga menggarisbawahi tren pemain muda Indonesia yang menimpa jalur karier di Eropa. Setelah menempa diri di akademi Darmstadt, ia memilih pulang untuk mendapatkan menit bermain reguler. Keputusan itu berbuah cepat: dua laga, satu gol, dan posisi tim di puncak grup.
Ke depan, tantangan sesungguhnya adalah konsistensi. Borneo FC masih akan menghadapi laga-laga sengit di fase grup, sementara Brkic perlu menjaga performa agar tetap dipercaya pelatih. Jika mampu melanjutkan tren positif, bukan tidak mungkin ia menjadi andalan baru di lini serang, baik untuk klub maupun Timnas U-20.



