Shin Tae-yong Buka Suara Soal Shayne Pattynama yang Tak Pernah Masuk Skuad Persija
Baca dalam 60 detik
- Shayne Pattynama belum sekali pun masuk daftar pemain Persija Jakarta pada BRI Super League 2026/2027, bahkan untuk duduk di bangku cadangan.
- Pelatih Shin Tae-yong menegaskan keputusan tersebut murni soal taktik dan performa pemain lain yang sedang menonjol, bukan semata akibat cedera.
- Situasi ini menimbulkan pertanyaan soal manajemen pemain, mengingat Shayne baru saja menjadi pahlawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.

Shayne Pattynama kembali harus menyaksikan rekan-rekannya dari tribun VVIP Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, saat Persija Jakarta menggulung Arema FC 5-1 pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027, Rabu (22/10/2026) malam WIB. Bek kiri yang baru saja membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 itu sama sekali tidak masuk daftar susunan pemain, bahkan untuk mengisi bangku cadangan.
Absennya Shayne bukan cerita baru. Sejak kompetisi bergulir sekitar satu setengah bulan lalu, namanya tak pernah muncul dalam line-up Macan Kemayoran. Ia sempat dikabarkan mengalami cedera di awal musim, tetapi pada jeda internasional akhir September hingga awal Oktober 2026 ia justru dipanggil memperkuat Timnas Indonesia dan tampil sebagai pengganti di partai final melawan Thailand. Shayne bahkan menjadi salah satu eksekutor penalti yang mengantar Indonesia menang 6-4 setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit.
Namun, begitu kembali ke klub, pintu tim utama tetap tertutup. Pelatih Shin Tae-yong angkat bicara mengenai alasan di balik keputusannya. Menurut juru taktik asal Korea Selatan itu, penyingkiran Shayne bukan karena faktor di luar sepak bola, melainkan murni pertimbangan taktis. "Keputusan itu disesuaikan dengan taktik yang saya terapkan sebagai pelatih," ujarnya seperti dikutip Bola.com.
Shin juga menyinggung performa pemain lain yang sedang menanjak. "Saat ini ada pemain-pemain lain di dalam tim yang sedang menunjukkan performa bagus. Jadi, ada hal-hal seperti itu yang memang tidak bisa dihindari," tambahnya. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa posisi Shayne di tim utama harus bersaing ketat dengan pemain yang dinilai lebih siap secara taktik dan kondisi fisik.
Keputusan Shin memang menyisakan tanda tanya. Di satu sisi, Persija tampil impresif tanpa Shayne, mencetak lima gol ke gawang Arema. Di sisi lain, seorang pemain yang baru membawa Timnas meraih gelar bergengsi justru kesulitan menembus skuad klubnya sendiri. Situasi ini menyoroti bagaimana seorang pelatih harus menyeimbangkan antara kualitas individu dan kebutuhan kolektif, terutama ketika tim sedang dalam momentum positif.
Bagi Shayne, ini adalah ujian mental dan profesionalisme. Ia perlu membuktikan bahwa penampilan di level internasional bukan sekadar kebetulan. Sementara itu, manajemen Persija dan tim pelatih dihadapkan pada tantangan untuk mengelola ekspektasi publik, mengingat Shayne adalah salah satu pemain yang cukup populer di kalangan suporter. Jika kondisi ini berlarut-larut, bukan tidak mungkin akan muncul spekulasi mengenai masa depan Shayne di klub, termasuk kemungkinan hengkang pada jendela transfer berikutnya.
Ke depan, pertanyaannya sederhana: akankah Shayne mampu memaksa masuk ke rencana taktik Shin Tae-yong, atau justru ia harus mencari menit bermain di tempat lain demi menjaga peluangnya di Timnas Indonesia? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan mendatang, seiring padatnya jadwal BRI Super League dan persiapan timnas untuk agenda berikutnya.



