Persija Dijagokan Juara BRI Super League, Pelatih Arema Soroti Struktur dan Investasi
Baca dalam 60 detik
- Marcos Santos menilai Persija Jakarta layak difavoritkan juara BRI Super League 2026/2027 setelah Arema FC dibantai 1-5.
- Konsistensi Macan Kemayoran di papan atas tak lepas dari fondasi klub yang kuat, ditopang investasi dan dukungan suporter.
- Tantangan terdekat adalah menjaga momentum dan mengatasi tekanan menjelang laga-laga krusial berikutnya.

Persija Jakarta tampil menggila dengan menghancurkan Arema FC 5-1 pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026) malam WIB. Kemenangan itu tak hanya mengembalikan Macan Kemayoran ke puncak klasemen sementara dengan 15 poin dari enam laga, tetapi juga memantik pengakuan dari lawan bahwa tim asuhan Carlos Pena adalah kandidat juara paling serius musim ini.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui keunggulan Persija secara terbuka. Menurutnya, status favorit tim ibu kota bukanlah hal yang mengada-ada. โJika Anda melihat Persija, saya pikir mereka adalah salah satu kandidat juara,โ ujar Santos dalam konferensi pers usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa Persija telah menjelma sebagai penantang gelar sejak kompetisi belum bergulir, berkat struktur klub yang solid, investasi yang masif, dan dukungan suporter yang luar biasa.
Pernyataan Santos bukan tanpa dasar. Persija memulai musim dengan rentetan hasil impresif: menundukkan Borneo FC Samarinda 1-0, Persib Bandung 2-1, PSIM Yogyakarta 4-0, dan terakhir membantai Arema FC 5-1. Satu-satunya noda adalah kekalahan 2-3 dari Persita Tangerang pada pekan kelima. Namun, kekalahan itu justru menjadi cambuk yang membuat pasukan Macan Kemayoran bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.
Dalam laga melawan Arema, lima gol Persija dicetak oleh Alexander Jeremejeff (brace, menit ke-10 dan 45), Stjepan Loncar (76), Victor Dethan (80), dan Ivan Mamut (90+2). Dominasi tersebut menunjukkan kedalaman skuad dan kualitas individu yang dimiliki Persija, sesuatu yang menurut pengamat menjadi pembeda antara tim juara dan penantang biasa.
Konsistensi Persija di awal musim tidak lepas dari peran Carlos Pena sebagai arsitek tim. Pelatih asal Spanyol itu berhasil meracik strategi yang memaksimalkan potensi pemain bintang seperti Jeremejeff dan Loncar, sekaligus memberi ruang bagi talenta muda seperti Victor Dethan untuk bersinar. Kombinasi antara pemain berpengalaman dan energi muda menjadi resep yang efektif.
Selain faktor teknis, Santos menyoroti pentingnya struktur klub dan investasi yang dilakukan manajemen Persija. Menurutnya, kesuksesan sebuah tim di kompetisi panjang tidak hanya ditentukan oleh kualitas di atas lapangan, tetapi juga oleh fondasi organisasi yang kuat, mulai dari fasilitas latihan, manajemen kontrak, hingga stabilitas finansial. Hal ini sejalan dengan tren di sepak bola modern, di mana klub-klub besar di Eropa membangun dominasi melalui perencanaan jangka panjang yang matang.
Dukungan suporter juga menjadi elemen yang tak terpisahkan. The Jakmania, julukan pendukung Persija, selalu memenuhi stadion dan menciptakan atmosfer intimidatif bagi lawan. Santos mengakui bahwa faktor ini memberi keuntungan psikologis bagi Persija, terutama saat bermain di kandang. โTidak diragukan lagi, Persija memulai kompetisi sebagai salah satu penantang gelar juara,โ tegasnya.
Meski demikian, perjalanan Persija masih panjang. BRI Super League 2026/2027 baru berjalan enam pekan, dan berbagai tantangan akan datang, termasuk jadwal padat, cedera pemain, dan tekanan dari rival-rival tradisional seperti Persib Bandung dan Bali United. Kekalahan dari Persita menjadi pengingat bahwa tidak ada tim yang sempurna, dan konsistensi adalah kunci.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Persija mampu mempertahankan performa impresif ini hingga akhir musim. Jika mampu, gelar juara bukanlah mimpi. Namun, jika lengah, predikat kandidat kuat bisa berubah menjadi sekadar catatan sejarah. Yang jelas, pengakuan dari lawan seperti Santos menjadi sinyal bahwa Persija kini bukan hanya diperhitungkan, tetapi juga ditakuti.



