Sony Perluas Lini Walkman dengan Tiga Pemutar Musik Premium, Sasar Audiophile
Baca dalam 60 detik
- Sony merilis tiga model Walkman anyar—NW-WM1ZM3, NW-WM1AM3, dan NW-ZX900—yang membawa teknologi audio kelas atas dan dukungan DSD Remastering untuk streaming.
- Perangkat ini menawarkan daya tahan baterai hingga 40 jam untuk MP3 dan layar 5,5 inci, mempertegas posisi Walkman sebagai perangkat niche bagi penikmat musik resolusi tinggi.
- Pemesanan awal dibuka dengan pengiriman dijadwalkan Januari 2027, menandakan strategi Sony mempertahankan segmen premium di tengah gempuran layanan streaming dan earbud TWS murah.

Sony Electronics resmi memperluas jajaran Walkman dengan meluncurkan tiga pemutar musik digital baru: NW-WM1ZM3, NW-WM1AM3, dan NW-ZX900. Ketiganya dirancang untuk memadukan warisan Walkman dengan inovasi audio mutakhir, menyasar segmen audiophile yang masih setia pada perangkat pemutar musik khusus.
Peluncuran ini menjadi sinyal bahwa Sony tidak meninggalkan pasar pemutar musik portabel meski dominasi streaming dan earbud nirkabel semakin masif. Ketiga model tersebut menawarkan peningkatan pemrosesan audio, dukungan DSD Remastering Engine untuk musik streaming dan unduhan, serta layar lebih besar dan antarmuka yang dapat disesuaikan.
NW-WM1ZM3 dan NW-WM1AM3 merupakan varian tertinggi dengan sasis tembaga berlapis emas dan sirkuit daya yang disempurnakan, menghasilkan bass lebih dalam, soundstage lebih luas, dan detail lebih kaya. Sementara NW-ZX900 mewarisi komponen audio premium dari model flagship NW-WMZM3, termasuk sirkuit ultra-rendah kebisingan, dengan desain yang lebih ramping.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Walkman premium ini berpotensi menarik minat komunitas audiophile lokal yang selama ini mengandalkan pemutar musik dari merek lain atau perangkat DAC portabel. Meski demikian, harga yang belum diumumkan dan jadwal pengiriman yang masih jauh—Januari 2027—bisa menjadi tantangan tersendiri di tengah pelemahan daya beli dan preferensi konsumen muda yang lebih memilih perangkat serba nirkabel.
"Sony tampaknya ingin menegaskan bahwa Walkman bukan sekadar nostalgia, melainkan perangkat serius bagi mereka yang menuntut kualitas audio tanpa kompromi," kata seorang pengamat industri audio yang enggan disebutkan namanya.
Langkah Sony ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di industri audio: produsen kembali melirik perangkat keras khusus untuk menawarkan pengalaman mendengarkan yang tidak bisa ditiru oleh smartphone atau earbud TWS. Dukungan DSD Remastering untuk musik streaming menunjukkan Sony beradaptasi dengan kebiasaan konsumen yang kini mengandalkan layanan digital, tanpa meninggalkan format fisik beresolusi tinggi.
Dengan jadwal pengiriman awal 2027, Sony seakan memberi ruang bagi pasar untuk bersiap, sekaligus menguji seberapa besar permintaan terhadap pemutar musik premium di era serba instan. Apakah Walkman anyar ini mampu merebut hati generasi baru pendengar, atau justru menjadi simbol kejayaan masa lalu yang kian terpinggirkan?



