Hoffenheim Terpuruk, Lyon Melaju Mulus di Europa League
Baca dalam 60 detik
- Hoffenheim belum meraih poin di fase liga Europa League setelah kalah dari OFI Crete dan Beşiktaş, kini terpuruk di peringkat 30.
- Lyon tampil sempurna dengan dua kemenangan atas Anderlecht dan Crystal Palace, membuktikan kualitas meski gagal di kualifikasi Liga Champions.
- Laga Matchday 3 di markas Hoffenheim menjadi ujian berat bagi tuan rumah untuk bangkit, sementara Lyon berambisi melanjutkan tren positif.

Hoffenheim akan menjamu Olympique Lyonnais pada Matchday 3 fase liga UEFA Europa League 2026/27 di Rhein-Neckar-Arena, Jumat (3/10/2026) dini hari WIB. Laga ini menjadi momen krusial bagi tuan rumah yang belum sekalipun meraih poin, sementara Lyon datang dengan modal sempurna dua kemenangan.
Kembalinya Hoffenheim ke kompetisi Eropa setelah absen semusim ternyata berjalan pahit. Pasukan Christian Ilzer menelan kekalahan 0-2 di markas OFI Crete pada laga pembuka, lalu takluk 2-3 dari Beşiktaş di hadapan pendukung sendiri pekan lalu. Hasil itu menempatkan mereka di peringkat 30 dari 36 tim, salah satu dari sembilan klub yang belum mengoleksi angka.
Di sisi lain, Lyon menunjukkan performa impresif. Meski gagal lolos ke Liga Champions setelah kalah agregat 2-3 dari Fenerbahçe di babak play-off, tim asuhan Paulo Fonseca langsung bangkit. Dua kemenangan beruntun diraih, yakni 2-1 di kandang Anderlecht dan 3-2 saat menjamu Crystal Palace. Kini Lyon menempel ketat pemuncak klasemen dan berpeluang besar melanjutkan tren positif.
Bagi Hoffenheim, tekanan semakin berat. Kekalahan dari Beşiktaş memperlihatkan rapuhnya lini pertahanan yang sudah kebobolan lima gol dalam dua pertandingan. Ilzer dituntut segera menemukan formula untuk menghentikan laju Lyon yang tajam. Sementara itu, Fonseca memiliki skuad yang lebih stabil dan berpengalaman di kompetisi Eropa, meski harus waspada terhadap potensi kebangkitan tuan rumah yang bermain di hadapan pendukung sendiri.
"Kami harus bangkit dan menunjukkan karakter. Laga melawan Lyon adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa kami layak bersaing di Eropa," ujar Christian Ilzer seperti dikutip dari laman resmi klub.
Secara taktik, Hoffenheim diprediksi mengandalkan serangan balik cepat mengingat Lyon cenderung mendominasi penguasaan bola. Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Di kubu Lyon, Fonseca kemungkinan besar tetap mempertahankan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan kecepatan di sayap untuk membongkar pertahanan lawan.
Konteks Indonesia: Pertandingan ini dapat disaksikan melalui platform streaming berbayar di Indonesia, meski tidak disiarkan langsung di televisi nasional. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, duel ini menjadi ajang untuk melihat kualitas pemain-pemain Eropa yang mungkin diincar klub-klub Liga 1 di masa depan, sekaligus mengukur standar kompetisi antarnegara.
Dengan situasi yang berseberangan, laga ini diprediksi berjalan menarik. Hoffenheim akan berusaha mati-matian untuk meraih poin pertama, sementara Lyon berambisi menjaga rekor sempurna. Akankah tuan rumah mampu mengejutkan? Atau justru Lyon yang semakin kokoh di papan atas? Jawabannya akan terungkap di lapangan.



